Seleksi KPU OKI Terancam Dibatalkan

 385 total views,  2 views today

kpu
KAYUAGUNG I KS-Tim seleksi (Timsel) calon komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), telah menyelesaikan proses seleksi. Timsel, bahkan sudah menetapkan 10 nama calon komisioner untuk diserahkan ke KPU Sumsel.

Namun hasil seleksi itu, terancam dibatalkan. Pasalnya, proses seleksi dianggap cacat hukum dan sarat dengan kepentingan. Sehingga menurut Direktur Bende Seguguk Coruption Wacth (BSCW), Ahmad Syamsir, hasil seleksi itu harus ditinjau ulang.

“Kami sudah bertemu dengan komisioner KPU Sumsel, adanya ketidakberesan dalam proses seleksi calon komisioner KPU OKI, sudah kami laporkan ke mereka. Ada kemungkinan, KPU Sumsel akan membatalkan proses seleksi tersebut,” kata Syamsir yang dihubungi melalui telpon seluler (ponsel) nya, Rabu (20/11).

Ia menyebut, dari hasil pertemuan itu dijanjikan kalau KPU Sumsel akan meninjau ulang proses seleksi calon komisioner KPU OKI.

“Informasinya demikian, tidak hanya 10 besarnya saja tetapi kemungkinan KPU Sumsel akan meneliti nilai seluruh hasil seleksi, seperti kesehatan, psikotes dan beberapa tes lainnya. Artinya tidak hanya keputusan 10 besar atau 20 besarnya saja, tetapi seluruh tahapan seleksi akan di evaluasi,” jelasnya.

Menurut Syamsir, KPU Sumsel juga berjanji akan secepatnya membahas dan menindaklanjuti laporan dugaan ketidakberesan, yang telah dilakukan timsel KPU OKI.

“KPU Sumsel, tidak mau ikut menanggung kesalahan yang dilakukan oleh timsel. Sebab itu, hasil seleksi akan dievaluasi. KPU Sumsel, juga akan memanggil timsel KPU OKI,” bebernya.

Dijelaskannya, BSCW sejak awal telah mengendus adanya ketidak beresan dalam proses seleksi calon komisioner KPU OKI tersebut. Saat pembentukan timsel, komisioner KPU Sumsel yang lama hanya menunjuk orang-orang yang akan menjadi anggota timsel.

Padahal bebernya, pembentukan timsel itu ada aturan dan mekanisme yang semestinya harus dilalui. “Pembentukan timsel itu, tidak mengacu pada Undang-undang (UU) No 15 tahun 2011 tetang Pemilu, dan pasal 1 Peraturan KPU (PKPU) No 2/2013 tentang seleksi Anggota KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota,” ujarnya.

Dalam aturan tersebut diterangkan, pembentukan timsel harus melalui proses seleksi, bukannya main tunjuk seperti dalam pembentukan Timsel OKI. Sehingga sebut Syamsir, wajar jika kemudian ada nama-nama siluman.

Syamsir berharap, KPU Sumsel dapat mengakomodir berbagai saran dan masukan masyarakat demi terciptanya lembaga penyelenggara pemilu yang jujur, independen, akuntabel, dan berintegritas.

Teks : Doni Afriansyah
Editor : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster