SDA di Indonesia 70 Persen Dikuasai Asing

 362 total views,  2 views today

Ilustrasi Tmbang Batubara

Ilustrasi Tmbang Batubara

PALEMBANG | KS-Kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia, saat ini sebagian besar sudah dikuasai oleh pihak asing. Misalnya sektor Minyak dan Gas (Migas), 70 persennya dikuasai asing. Begitu juga dengan pertambangan batubara yang 70 persen milik pengusaha asing, atau perbankan yang 50 persen adalah bank asing.

“Masih banyak lagi sektor-sektor yang dikuasi oleh pihak asing, itu sudah jadi kenyataaan saat ini,” ungkap Drs Jatnika. M.B.A, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak Sumatera Selatan (Sumsel) dan Kepulauan Bangka Belitung (Babel), saat kuliah umum perpajakan, dengan tema “Aku Genarasi Muda peduli Pajak”, di aula Flamboyan Universitas Tridinanti Palembang (UTP), Rabu (20/11).

Mirisnya kondisi SDA, kata Jatnika, cadangan migas dalam kurun waktu 15 tahun diprediksi akan habis. “Saya masih ingat perkataan calon presiden (capres) dari Partai Gerindra, ia menyebut, migas diprakirakan akan habis dalam jangka wantu 15-20 tahun. Itu karena SDA tersebut, tak bisa di regenerasi,” ujarnya.

Senada dengan Jatnika, Rektor Universitas Gajah Mada (UGM), Prof Dr Pratikno mengatakan, hingga saat ini sekitar 70-80 persen aset negara, telah dikuasi bangsa asing.
“Kondisi bangsa kita saat ini sudah mengkhawatirkan sehingga tanpa dukungan dan kebijakan oleh semua elemen bangsa maka lambat laun seluruh aset akan jatuh ke tangan orang asing,” sebutnya seperti yang dilansir Beritasatu.com.

Ia mencontohkan, aset di bidang perbankan misalnya, bangsa asing telah menguasai lebih dari 50 persen. Begitu pula di sektor lain seperti migas dan batu bara antara 70-75 persen, telekomunikasi antara 70 persen, dan lebih parah lagi adalah pertambambangan hasil emas dan tembaga yang dikuasi mencapai 80-85 persen

Terpisah, pengamat ekonomi Sumsel, Rusli M Haz mengutarakan, Indonesia merupakan ladang investasi, yang menjanjikan bagi pihak asing. “Mereka (pihak asing) melakukan investasi ke Indonesia, untuk mencari keuntungan,” kata Rusli saat dihubungi, Rabu (20/11) malam.

Ia menilai, ekspansi pihak asing terhadap SDA Indonesia diakibatkan, negara belum mampu untuk mandiri. “Tiga hal yang menyebabkan SDA kita dikuasai, pertama Sumber Daya Manusia (SDM) kita tidak memmpuni, kedua peralatan tekhnologi tidak ada, terakhir investor lokal belum mampu untuk mendanai,” ujarnya.

Lanjut Rusli, tidak hanya tiga faktor itu saja, mekanisme dan kebijakan pemerintah yang belum menemukan solusi terbaik. “Aturan main yang diterapkan pemerintah, baik mekanisme dan kebijakan, belum sepenuhnya menguntungkan bagi negara, dan itu sangat disayangkan,” tukasnya.

Teks : Ridiansyah
Editor:Rinaldi Syahril





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster