Pengusaha Tour and Travel Berbondong-bondong Naikan Biaya

 228 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi


PALEMBANG | KS -Fluktuasi nilai tukar rupiah ikut memukul pengusaha travel umrah. Akibatnya, mereka turut menyesuaikan harga melalui kenaikan harga paket perjalanan.

Tidak tentunya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) mulai di respon oleh industri jasa perjalanan haji dan umroh di Palembang Mereka mulai menaikkan harga jual paket perjalanan spiritual, umrah untuk masa pendaftaran dan keberangkatan akhir 2013 mendatang sampai dengan januari 2014.

“Kita naikkan Rp 2,5 juta hingga Rp 5 juta itu untuk paket standar,” Ungkap Budi Santoso, perwakilan Palembang Hikmah Tour, saat di bincangi kemarin (20/11).
Kenaikan harga tersebut ditetapkan dari paket Rp 21 Juta menjadi Rp 25 Juta per 12 hari. “Ini paket standar, belum yang plus,” kata Budi.

Pihak pengusaha juga kini tengah mengkalkulasi kemungkinan menaikkan tarif haji plus. Kebijakan serupa juga ditempuh oleh pemilik PT Almuna tour dan travel. “Kenaikan ini sifatnya penyesuaian harga jual,” Ungkap Yuni, karyawan PT Almuna tour dan travel.

H. Muhammad Afriadi pemilik Al Jazerah Umrah dan Haji plus mengatakan, bahwa sangat wajar jika pengusaha travel menaikkan harga dalam mengikuti fluktuasi rupiah. Tetapi kami mengikuti mekanisme pasar yang sewajarnya.

“Walaupun ada kenaikan harga, jangan sampai terkesan tidak wajar dan akhirnya membuat masyarakat atau jemaah menjadi tidak nyaman. Mengikuti mekanisme pasar dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat,” katanya.

“Kenaikan dolarnya tak signifikan, karena perkaliannya banyak dan komponen biayanya juga banyak,” ;ujarnya

Wita, Pegawai Najwa Wisata, mengatakan pihaknya telah menaikkan ongkos atau biaya umrah sejak pekan lalu. Kenaikannya pun dari harga Rp 21 juta menjadi Rp 23,500 juta per 12 hari. Upaya tersebut dilakukannya agar biaya produksi tetap seimbang dan tidak merugikan pengusaha. Namun jika sewaktu-waktu fluktuasi Rupiah kembali stabil, pihaknya juga akan menyesuaikan harga yang ada.

Jika dalam sebulan pihaknya mampu memboyong sekitar 60an jamaah, namun dengan kenaikan harga ini pihaknya melihat akan ada penurunan jumlah keberangkatan sekitar 10 persen.
“Kemungkinan jemaah akan melakukan penundaan perjalanan untuk sementara waktu dengan kondisi ini,”ujarnya

TEKS : JADID ULUL ALBAB
EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster