PALI Akan Dijadikan Sentra Perikanan

 192 total views,  2 views today

Penjabat Bupati PALI, Ir H Heri Amalindo MM saat panen perdana budidaya ikan kolam terpal.

Penjabat Bupati PALI, Ir H Heri Amalindo MM saat panen perdana budidaya ikan kolam terpal.

PALI | KS – Selama ini Kabupaten PALI lebih dikenal sebagai daerah penghasil minyak dan karet. Namun di mata penjabat Bupati Ir H Heri Amalindo MM, PALI bisa juga berkembang sebagai daerah penghasil ikan, daging dan buah-buahan.

Khusus untuk komoditas ikan, meskipun tidak banyak memiliki sungai besar, mantan kepala dinas PU ini yakin budidaya ikan bisa diterapkan warga. Salah satunya budidaya ikan kolam terpal.

Dengan modal yang tidak terlalu besar, kolam terpal bisa diwujudkan. Bermodal Terpal plastik yang hanya berharga Rp 250.000,- dan beberapa batang kayu atau bambu sebuah kolam ikan ukuran 2m x 4m sudah bisa diwujudkan. Kolam ini bisa menampung 1000 ekor ikan lele. Dalam waktu tiga bulan, bisa dihasilkan lele sebanyak 70-200 kg. Tergantung pemeliharaan.

“Harganya kan murah, jadi bisa dilakukan warga dirumah. Kalau kita bisa mengajak warga untuk melakukan ini PALI akan kaya dengan ikan,” kata Heri Amalindo saat panen perdana percontohan kolam ikan terpal di Talang Rimba Desa Talang Bulang, Kecamatan Talang Ubi, Rabu (20/11).

Dihadapan 31 Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang hadir disitu, Heri memberikan tantangan kepada PPL untuk membudidayakan 70.000 bibit ikan diseluruh kecamatan. “Kalau dibelikan 70.000 bibit dan disebar ke seluruh kecamatan, siap tidak membimbing warga agar berhasil,” tantang Heri.

Secara serempak dan lantang, para penyuluh pertanian itu mengaku siap. Bahkan untuk pembiakan bibit pun mereka siap. “Kalau PPL kita siap dan bisa mengembangbiakkannya, kita tidak perlu beli keluar. Cukup di PALI saja. Nanti kepala dinas akan programkan,” tegas Heri.

Bagi Heri, untuk mewujudkan suatu daerah menjadi daerah penghasil suatu komoditas tidak perlu harus memiliki lahan yang luas. Cukup dengan memberdayakan masyarakat, ide ini bisa terwujud.

“Kita lihat Cirebon. Disana tidak ada kebun mangga yang luas sampai ber hektar-hektar. Tapi mereka bisa menjadi pusat buah-buahan. Kenapa, karena hampir setiap halaman rumah punya pohon mangga. Ini yang harus dicontoh PALI,” urai Heri.

Demikian juga dengan ikan. Heri mengandaikan bila warga mau memanfaatkan sebagian halaman rumahnya untuk dibuat kolam terpal, Heri optimis PALI akan jadi sentra penghasil ikan.

Untuk mewujudkannya, Heri meminta Dinas Pertanian dan Perikanan untuk membuat proyek percontohan disetiap desa. Sebagai tahap awal, Pemkab akan membagikan 70.000 bibit ikan lele ke setiap desa.

“Ini sebagai percontohan saja, untuk menarik minat warga agar mau memelihara ikan. Sebab, biayanya terjangkau dan hasilnya lumayan. Kami minta PPL membuat pengembangan bibit ikan lele. Sehingga warga tidak kekurangan bibit, dan budidaya ikan lele tetap berlangsung. Kemudian tugas para PPL untuk membimbing masyarakat agar dapat memelihara ikan secara benar. Sekaligus mengkampanyekan budidaya kolam terpal ini,” ungkapnya.

Heri melanjutkan, metode pemberdayaan masyarakat ini akan diberlakukan juga untuk pengembangan buah-buahan dan peternakan sapi. “Nanti pola pemberdayaan seperti ini akan kita terapkan juga untuk buah-buahan dan ternak sapi. Kita akan ajak warga menanam buah-buahan di pekaranangan. bibitnya kita sediakan. Biar kita jadi pusat buah-buahan di Sumsel,” pungkas Heri.

Teks/Foto : Indra Setia Haris
Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster