Hasil Penelitian Belum Diminati Masyarakat

 191 total views,  2 views today

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Gusti Muhammad Hatta

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Gusti Muhammad Hatta


PALEMBANG, KS-Walau pun banyak hasil penelitian, yang dihasilkan oleh peneliti-peneliti Indonesia namun, penggunaannya di masyarakat masih minim. Hal ini diungkapkan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Gusti Muhammad Hatta.

Ia menyebut, masih banyaknya hasil penelitian yang belum dimanfaatkan masyarakat, secara umum. Ia juga menyayangkan banyak hasil penelitian, dari berbagai perguruan tinggi (PT), yang banyak tidak dimanfaatkan kalangan industri.

Ia menambahkan, secara umum hasil penelitian yang ada baru dimanfaatkan sekitar enam sampai delapan persen, oleh kalangan industri atau pemakai jasa. Oleh karena itu, hasil penelitian yang didapat tersebut, belum maksimal dimanfaatkan oleh masyarakat secara umum. Sehingga belum memiliki nilai tambah, bagi masyarakat.

“Kita akan berusaha akan menjemput bola, kita akan melakukan pendekatan kepada kalanagn industri, agar mau memanfaatkan hasil penelitian. Sehingga hasil penelitian itu, benar-benar bermanfaat bagi kepentingan masyarakat luas,” kata Gusti usai membuka seminar teknologi di Ballroom Hotel Djayakarta Daira, Palembang, Rabu (20/11).

Dengan begitu, diharapkan penelitian yang dihasilkan langsung berguna bagi masyarakat umum. Sehingga memiliki nilai ekonomi, dalam masyarakat. Selain itu, dengan adanya asas manfaat ke masyarakat umum, maka perkembangan ekonomi akan semakin meningkat.

“Sekarang kita, akan mengembangkan penelitian dari hilir ke hulu, supaya ada nilai tambah dalam perekonomian. Di Sumsel, kita akan mengoptimalkan penelitian di bidang pertanian. Karena lahan disini, masih cukup luas untuk dimanfaatkan. Karena penelitian dan penembangan di bidang pangan tersebut cukup penting, sebab akan menambah ketahanan pangan daerah dan nasional,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Sumsel, Ekowati Retnaningsih menyebut, pihaknya terus melakukan penelitian dan pengembangan terhadap potensi-potensi yang ada di Sumsel.

“Kita telah memiliki program pusat unggulan iptek berbasis karet, saat ini kita telah mengembangkan klaster sistem inovasi daerah (SIDa), melalui seleksi dan inkubasi terhadap Industri Kecil Menengah (IKM). Mereka diharapkan, dapat mengolah dan menghasilkan produk berbahan dasar dari karet,” ujarnya.

“Namun kendala yang masih dihadapi dalam menumbuhkan IKM yang berbasis iptek, adalah teknologi yang ada masih berbasis pada teknologi rendah. Sebagian besar masyarakat, masing gagap teknologi (gaptek). Kemudian masih kurangnya jiwa kewirausahaan masyarakat, dalam mengembangkan inovasi dan kreatifitas dari potensi yang mereka miliki,” tukasnya.

Teks : Imam Mahfudz Ali
Editor : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster