Hampir Setahun tak Terima Insentif

 292 total views,  2 views today

Operator E-KTP

Operator E-KTP


*Operator e-KTP di OKI

KAYUAGUNG, KS-Program elektronik kartu tanda penduduk (e-KTP), ternyata tidak hanya bermasalah dalam pencetakan dan distribu yang tak kunjung selesai. Persoalan insentif, untuk operator e-KTP ini ternyata juga bermasalah.

Kondisi inilah, yang terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Di Bumi Bende Seguguk itu, operator e-KTP belum mendapatkan insentif hampir satu tahun lamannya. YN (30), salah satu operator e-KTP di OKI, yang dibincangi Kabar Sumatera, Rabu (20/11) mengakui itu.

“Sejak Januari hingga November 2013, insentif saya sebagai operator e-KTP belum juga dibayar. Padahal perbulannya, hanya Rp750 ribu, ya hanya bisa menunggu,” keluh YN.

Dengan kondisi itu, YN hanya bisa pasrah. Walau haknya belum juga dibayarkan, bapak tiga orang anak ini, tetap harus bekerja melayani masyarakat yang ingin melakukan rekam data. Dengan statusnya sebagai tenaga kerja sukarela (TKS) di salah satu kantor camat di OKI,
Namun karena uang insentif nya tak kunjung dibayarkan, mau tidak mau tenaga kerja sukarela (TKS) disalah satu di kantor camat di OKI ini, harus menutupi kebutuhan keluarganya sehari-hari dari balas kasihan masyarakat.

“Saya tidak ada honor bulanan, hanya ada uang insentif sebagai operator e-KTP. Tetapi itu, belum dibayar. Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, hanya mengandalkan dari seseran yang didapat dari masyarakat yang melakukan rekam data e-KTP,”jelasnya.
Dengan kondisi itu, YN mengaku masih tetap bertahan menjalankan tugasnya, walaupun ia tahu resikonya ia dan keluarganya harus hidup dengan kondisi pas-pasan. Ia sendiri mengaku, sudah sering bertanya kapan hak nya itu akan dibayarkan.

Namun setiap pertanyaan itu disampaikan, jawaban yang ia terima hanya selalu dalam proses diusulkan di pusat. “Saya juga bingung, kan gaji kami ini dari pusat bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Anehnya, hampir satu tahun insentif kami juga belum cair, padahal itu sangat saya butuhkan. Kalau ditanyakan ke Kepala Bidang (Kabid) KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Disdukcapil (Disdukcapil), jawabanya selalu sedang diusulkan,” ungkapnya.

Tak hanya YN, nasib serupa dialami operator e-KTP lainnya di OKI. Salah seorang operator e-KTP di OKI yang tidak mau disebutkan namanya, juga mengakui hal yang sama. Ia menyebut, sejak Juni hingga November ini ia belum mendapatkan insentif dari Disdukcapil.

“Kalau saya, uang insentif itu dihitung berdasarkan jumlah warga yang melakukan rekam data e-KTP. Satu warga yang melakukan rekam data, saya dapat Rp1000 untuk uang insentif. Sampai saat ini, kami belum menerima honor kami. Kami bingung, sementara setiap hari kami selalu bekerja” ungkapnya.

Kepala Disdukcapil OKI, Antonis Leonardo, sampai berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. Handphone (HP) nya yang dihubungi, dalam kondisi tidak aktif.

Teks : Doni Afriansyah
Editor : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster