Daging Sapi Sekilo Rp 120 Ribu

 274 total views,  2 views today

Penjual Daging

Penjual Daging


PAGARALAM KS-Jelang akhir tahun dan diiringgi banyaknya warga yang hendak menggelar hajatan, hingga mempengharui sejumlah kebutuhan pokok disejumlah pasar yang ada di Kota Pagaralam.

Seperti daging sapi, saat ini masih melambung hingga menembus Rp 120 ribu per kilogram. Itupun sudah bertahan sekitar tiga pekan ini hingga membinggungkan para pembeli.

Deki (28) pedagang daging sapi di pasar Eks Seghepat Seghendi mengatakan, di pagi hari ia menjual daging seharga Rp120 ribu. Sedangkan menjelang siang hingga sore hari, harga daging menurun Rp100 ribu- Rp110 ribu per kilogram.

“Di pagi hari dagingnya masih segar, pembelinya kebanyakan para pelaku usaha kedai bakso maupun restoran. Sementara siang menjelang sore ramai pengunjung dari ibu-ibu rumah tangga dengan dihargai Rp. 100 hingga Rp 110 ribu per kilogram,” sebut Deki.

Kenaikan harga daging sapi, kata dia, itu tergantung persedian pasokan daging banyak atau tidak dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang ada. Sementara harga seekor sapi memang terus mengalami kenaikan.

“Kita tidak menaikan harga daging sapi secara sepihak, tapi memang persediannya sedikit di sejumlah rumah potong hewan,” ujarnya.

Senada dikatakan Shinta, pedagang di pasar Induk Nendagung. Ia mengatakan, menjelang akhir tahun kali ini, memang pasokan daging sapi tergolong sedikit. Sementara harganya memang sudah naik, sehingga hal itu berpengaruh pada sedikitnya jumlah pembeli seperti sekarang ini.

“Kami juga binggung dengan adanya kenaikan harga daging, sedangkan pembeli semakin hari kian menurun,” kata Shinta pedagang lainnya dengan nada agak sedikit menggeluh.

“Jika hendak memesan daging sapi di rumah potong hewan, kami para pedagang sedikitnya berjumlah 4 orang mesti bekerja sama untuk membeli satu ekor sapi agar pihak rumah potong hewan mau melakukan pemotongan,” kata Shinta saat dibincanggi Harian Umum Kabar Sumatera, Rabu (20/11).

Elfina, pembeli daging mengakui hal itu. Harga daging sapi dalam kurun satu bulan terakhir terus mengalami kenaikan. Ia mengakui, baru sempat ke pasar di atas pukul14.00 WIB, apalagi bagi para pegawai yang bekerja sejak pagi.

“Bila membeli daging sapi sudah terlalu sore, takutnya tidak keburu dimasak,” kata ibu rumah tangga, warga Griya Bangun Sejatera, Pagaralam Utara ini.

Terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Sukman SE MM didampingi Kabid Peternakan Sukman SP melalui Kasi Perdagangan Tajudin mengakui adanya perbedaan harga yang terjadi di pasaran. Kenaikan harga kemungkinan bisa saja terjadi, mengingat banyaknya warga di Bumi Besemah ini hendak melaksanakan hajatan. Selain itu juga, tingkat konsumsi daging sapi di Pagaralam juga cukup tinggi. Meski begitu, kata dia, mengenai harga pihaknya tidak bisa menentukan karena itu bukan wewenangnya.

“Mengenai kenaikan harga, itu bukan wewenang kami. Kami hanya sebatas mengawasi stok daging, termasuk rumah pemotongan hewan hingga didistribusikan ke pasar,” terangnya.

Sama halnya dijelaskan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Meneggah dan Pengelolaan Pasar (Disperindagkop UKM PP), Ahmadi Damrah SE MM melalui Kasi Perlindungan Konsumen, Nasrullah Hanif SE MM. Ia mengatakan, mengenai kenaikan harga, itu tergantung mekanisme pasar.

“Tugas kita hanya monitoring saja. Sementara kondisi di lapangan bisa saja terjadi adanya perubahan harga,” kata Nasrullah singkat.

Teks : Antoni Stefen
Editor:Rinaldi Syahril





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster