Cadangan Migas 15 Tahun akan habis

 99 total views,  3 views today

Ilustrasi

Ilustrasi



* Cadangan Migas 15 Tahun akan habis

PALEMBANG | KS-Kekayaan Sumber Daya Alam di Indonesia sebagian besar sudah dikuasai oleh pihak asing. Dari sektor apapun baik Minyak dan Gas (Migas) hampir 70 persen, 50 persen dari sektor perbankan, dan Batubara 70 persen.

“Masih banyak lagi sektor-sektor yang dikuasi oleh pihak asing, dan itu sudah jadi kenyataaan saat ini,” ungkap Drs. Jatnika. M.B.A Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung (Babel) saat kuliah umum perpajakan, dengan tema “Aku Genarasi Muda peduli Pajak”, di aula flamboyan UTP, Rabu (20/11).

Mirisnya kondisi SDA, kata Jatnika, cadangan Migas dalam kurun waktu 15 tahun diprediksi akan habis.

“Saya masih ingat perkataan Calon Presiden dari partai Gerindra, ia menyebut, Migas diprakirakan akan habis dalam jangka wantu 15-20 tahun, karena Sumber Daya Alam tersebut tak bisa diregenerasi,” ujarnya.

Senada dengan Jatnika, seperti yang dilansir Beritasatu-Online. Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) Prof Dr Pratikno mengatakan, hingga saat ini sekitar 70-80 persen aset negara telah dikuasi bangsa asing.

“Kondisi bangsa kita saat ini sudah mengkhawatirkan sehingga tanpa dukungan dan kebijakan oleh semua elemen bangsa maka lambat laun seluruh aset akan jatuh ke tangan orang asing,” sebutnya.

Ia mencontohkan, aset di bidang perbankan misalnya, bangsa asing telah menguasai lebih dari 50 persen. Begitu pula di sektor lain seperti migas dan batu bara antara 70-75 persen, telekomunikasi antara 70 persen, dan lebih parah lagi adalah pertambambangan hasil emas dan tembaga yang dikuasi mencapai 80-85 persen

Terpisah, Pengamat Ekonomi Rusli M. Haz megutarakan, Indonesia merupakan ladang investasi yang menjanjikan bagi pihak asing.

“Mereka (pihak asing) melakukan investasi ke indonesia, untuk mencari keuntungan,” kata Rusli saat dihubungi, Rabu (20/11) malam.

Ia menilai, ekspansi pihak asing terhadap SDA Indonesia diakibatkan, negara belum mampu untuk mandiri.

“Tiga hal yang menyebabakan SDA kita dikuasai, Sumber Daya Manusia kita tidak memumpuni, peralatan tekhnologi tidak ada, terlebih investor lokal belum mampu untuk mendanai,” ujarnya.

Lanjut Rusli, tidak hanya 3 faktor itu saja, mekanisme dan kebijakan pemerintah yang belum menemukan solusi terbaik.

“Aturan main yang diterapkan pemerintah, baik mekanisme dan kebijakan, belum sepenuhnya menguntungkan bagi negara, dan itu sangat disayangkan,” tukasnya.

Teks : Ridiansyah
Editor:Rinaldi Syahril





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster