23 Desa Nyaris Terisolir

 512 total views,  2 views today

Salah satu kendaraan melintas diatas Jembatan Tanah Kering, Pulau Rimau, Banyuasin. Jembatan ini, kondisinya rusak parah sehingga rentan ambruk dan bisa membuat 23 desa terisolir. Foto: Diding Karnadi

Salah satu kendaraan melintas diatas Jembatan Tanah Kering, Pulau Rimau, Banyuasin. Jembatan ini, kondisinya rusak parah sehingga rentan ambruk dan bisa membuat 23 desa terisolir. Foto: Diding Karnadi

BANYUASIN, KS-Masyarakat di 23 desa di Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, nyaris terisolir. Pasalnya, jembatan yang menjadi akses warga di Pulau Rimau yakni berada di Tanah Kering, Desa Mukut, Kecamatan Pulau Rimau, nyaris putus.

Hal itu diduga diakibatkan pemerintah kurang peduli, sehingga semakin lama kondisi jembatan itu rusaknya semakin parah. Tidak pelak lagi, warga yang berada di 23 Desa akan terisolir dan mengalami kesulitan menjual hasil pertaniannya.

Pantauan Kabar Sumatera, kondisi jembatan tersebut sangat memprihatinkan. Jembatan yang lantainya terbuat dari susunan papan tersebut, sudah mulai rusak. Sebagian papan, sudah patah.

Sehingga kendaraan yang melintas di atas jembatan tersebut, harus meniti dan berjalan perlahan. Bambang (40), salah seorang warga Pulau Rimau menyebut, jembatan ini merupakan jalan satu-satunya untuk menuju jalur darat. Sebab warga dari 23 desa, menggunakan jembatan ini untuk menjual hasil pertaniannya.

“Sudah satu bulan lebih, kondisi jembatan ini sudah rusak. Pengendara kendaraan, baik roda dua maupun empat harus turun dulu, jika melintas diatas jembatan. Itu untuk memastikan, kalau roda kendaraan betul-betul tepat mengenai besi yang dipasang warga, agar kendaraan bisa melintas,” kata Bambang.

Sebagai pengguna jalan, dia berharap pemerintah secepatnya dapat memperbaiki jembatan ini. Karena ia kuatir, suatu saat jembatan itu akan ambruk dan membahayakan keselamatannya. “Dulu waktu pemilukada Banyuasin, jembatan ini pernah dijanjikan untuk diperbaiki. Tetapi setelah usai pemilukada, tidak dipedulikan lagi,” kritiknya.

Hal senada diungkapkan Yono, warga lainnya yang dibincangi saat hendak melintas diatas jembatan tersebut. Ia mengaku bingung, kenapa jembatan tersebut belum juga diperbaiki padahal Pemkab Banyuasin sendiri, sudah tahu jembatan itu rusak. ” Coba kalau ada kepentingan semuanya pasti dituruti,” ungkapnya kesal.

Yono menambahkan, warga tidak banyak mengharapkan kepada pemerintah,selain dapat segera memperbaiki jembatan tersebut. “Sebab jembatan ini, merupakan akses kami untuk beraktivitas. Kalau sampai jembatan ini hancur, kami tidak bisa berbuat apa-apa lagi, yang pasti aktivitas kami akan terganggu,” tegasnya.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga (BM) Kabupaten Banyuasin, Umar Usman, yang dikonfirmasi di kantornya berjanji jembatan itu akan segera diperbaiki. “Sekarang petugas kita, sedang melakukan survei. Mudah-mudahan secepatnya, jembatan tersebut sudah mulai diperbaiki” tukasnya.

Teks : Diding Karnadi
Editor : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster