Usaha Laundry Masih Menguntungkan

 513 total views,  2 views today

Ilustrasi | Anneahira.com

Ilustrasi | Anneahira.com

PALEMBANG | KS-Usaha jasa cucian (laundry) khususnya di Kota Palembang masih sangat menguntungkan, hal ini dikarenakan mobilitas masyarakat Palembang sangat tinggi sehingga banyak yang mencarinya ketimbang harus mencuci sendiri.

Salah satu jasa cucian (laundry) yang berada dikawasan Sekip Ujung Palembang, Kamelia mengatakan, saat ini permintaan konsumen terhadap jasa laundry kiloan miliknya mengalami peningkatan rata-rata sekitar 60 kg/hari, bahkan kadang-kadang lebih.

“Peminat jasa laundry kiloan ini rata-rata para pekerja kantoran dan mahasiswa yang berada di seputaran Sekip, tapi ada juga konsumen dari rumah tangga lainnya,” katanya saat dibincangi Kabar Sumatera, Selasa (19/11).

Kamelia memasang tarif jasa laundry kiloan sebesar Rp 7.000/kg untuk pakaian biasa, sedangkan untuk bed cover dan gorden Rp 10.000/kg.

“Biasanya pelanggan yang datang mengantarkan pakaian hari ini, maka besok pagi sudah bisa diambil. Tapi kalau ada konsumen yang ingin cepat selesai bisa dikerjakan dan ditunggu sekitar 4 jam saja,” katanya.

Semakin tingginya minat pengguna jasa cuci pakaian membuat omzet juga tinggi. Dalam sebulan, omzet jasa cuci pakaian ini bisa mencapai Rp 20 juta per outlet. “Kalau satuan beda lagi harganya tergantung jenis pakaian,” katanya.

Sedangkan Hariyanto yang memiliki usaha laundry di lingkungan kampus Unsri, kawasan Bukit Besar mengatakan, dalam lima tahun terakhir ini bisnis laundry mengeliat seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat di kota ini. Dengan alasan kesibukan baik itu kuliah ataupun kerja membuat mereka menyerahkan urusan mencuci pakaian kepada penyedia jasa laundry.

“Tarif yang ditawarkan juga kecil. Kebanyakan menggunakan sistem kiloan, dalam penentuan tarif. Ada yang 10 ribu rupiah untuk setiap 4 kilogram. Ada yang 6 ribu rupiah setiap 3 kilogram pakaian. Tarif ini betul-betul murah cocok untuk kantong mahasiswa,” ujarnya.

Dengan uang Rp 30 ribu, pelanggan dapat mencuci hingga 50 potong pakaian selama dua bulan. Namun meski terbilang murah dan terjangkau, tidak semua mahasiswa memanfaatkan laundry ini. Hanya disaat-saat tertentu mereka terpaksa membawa pakaian kotor ke laundry.

“Masa ujian adalah saatnya pengelola laundry mengambil untung. Saat itu banyak mahasiswa mengantri di gerai-gerai laundry. Namun di saat liburan kuliah, usaha laundry sementara ditinggalkan pelanggannya,” katanya.

TEKS : AMINUDDIN

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster