“Sampah “ pun Dikorupsikan

 220 total views,  2 views today

Ilst.Sampah

Ilst.Sampah


PALEMBANG, KS-Korupsi nampaknya, memang sudah menjadi penyakit yang kronis di negeri ini. Setidaknya, itu ditunjukkan dengan terjadinya korupsi hampir di semua lini kehidupan di bangsa ini, sampai-sampai “sampah” pun ikut di korupsikan.

Ya, Senin (18/11), Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel) menetapkan mantan Kepala Bidang (Kabid) Retribusi, Dinas Kebersihan Kota (DKK) Palembang, Suhrawardi sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dalam dana retribusi sampah di Palembang. Sebelumnya, Suhrawardi sempat diperiksa penyidik Kejati Sumsel selama kurang lebih dua jam lamanya.

Akibat dari perbuatan tersangka tersebut, negara diprakirakan mengalami kerugian antara Rp3 miliar sampai Rp5 miliar. “Statusnya, kita tingkatkan dari saksi menjadi tersangka. Suhrawardi, untuk sementara kita amankan di Rumah Tahananan (Rutan) Klas I Palembang. Kita lakukan penahanan, karena dikhawatirkan tersangka menghilangkan barang bukti dan melarikan diri,” kata Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Mulyadi SH.

Dijelaskan Mulyadi, dugaan korupsi yang dilakukan Suhrawardi tersebut, dilakukan pada periode 2007-2011. Saat itu, Suhrawardi menjabat sebagai Kabid Retribusi, DKK Palembang. ”Dari hasil pemeriksaan, uang yang disetorkan ke kas daerah dari hasil retribusi sampah yang didapat dari penjualan karcis, terdapat selisih yang tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh tersangka,” bebernya.

“Tersangka kita jerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3, Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999, sebagaimana yang dirubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2011 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” sambungnya.

Apakah masih ada tersangka lain, dalam kasus ini ?, Mulyadi menjelaskan, kemungkinan itu ada. “Tidak menutup kemungkinan, ada tersangka baru. Semuanya tergantung, hasil pemeriksaan lebih lanjut,” ucapnya.

Sementara itu dibincangi usai pemeriksaan, Suhrawardi menyebut akan melakukan perlawanan secara hukum terhadap statusnya tersebut. “Ini belum pasti. Kita akan melakukan upaya hukum,” kata Suhrawardi usai menjalani pemeriksaan sembari masuk ke dalam mobil pribadinya.

Terpisah, kuasa hukum Suhrawardi, Amrullah mengatakan, pihaknya akan mengajukan upaya hukum terhadap tersangka, yakni permintaan penangguhan tahanan. Ia pun bisa menerima langkah yang diambil Kejati Sumsel, karena sudah sesuai dengan prosedur hukum. “Penyidik sudah meningkatkan status klien kita, dari saksi menjadi tersangka dan melakukan penahanan. Kita hormati putusan ini,” tukasnya.

Teks : Oscar Ryzal
Editor : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster