Proyek Intake PDAM Penyebab Longsor

 305 total views,  2 views today

MUARAENIM I KS-Proyek pembangunan intake milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lematang Enim di sepanjang Jalan Raya Baturaja, Simpang BTN Air Paku Tanjungenim, Kecamatan Lawang Kidul diduga telah menyebabkaan longsornya bahu jalan nasional tersebut. Dalam pengerjaaanya, pihak kontraktor yakni PT. Nidya Karya (NK) dinilai tidak memperhatikan kondisi alam dan struktur tanah.

Ketua Forum 63 Kelurahan Pasar Tanjungenim, Hijazi, mengatakan, pembangunan intake tersebut berada di bahu jalan nasional dengan kondisi tanah yang menurun. Dimana, setiap hari jalan tersebut selalu ramai dilalui oleh kendaraan-kendaraan yang bertonase berat. Sehingga, dengan adanya tekanan dari atas dan pengerukan tanah yang ada dibawahnya maka potensi terjadinya longsor memang sangat besar.

“Harusnya, sejak awak pihak kontraktor dapat melakukan langkah preventif. Setidaknya dengan membangun turap untuk pengamanan. Sehingga, jalan yang ada di atas tidak turun,” tutur Hizaji kepada Harian Umum Kabar Sumatera, Selasa (19/11).

Untuk itu, kata Hijazi, pihaknya berharap agar PT. NK dapat bertindak secara profesional terhadap peristiwa longsornya bahu jalan nasional tersebut.

“Terkait longsornya bahu jalan tersebut, jangan semata-mata menyalahkan alam ataupun mengandalkan pihak-pihak tertentu. Dalam hal ini, pihak kontraktor harus melaksanakan hak dan kewajibannya hingga proyek tersebut selesai dan diserahterimakan ke pihak PDAM Tirta Lematang Enim” tegas Hijazi.

Direktur PDAM Tirta Lematang Enim, Puryadi, mengungkapkan, adanya peristiwa longsor tersebut pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait. Seperti Pemerintah Kabupaten (Pemkab Muaraenim) ataupun Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

“Kami telah melakukan koordinasi, bahkan pihak BBJN telah turun langsung ke lapangan,” ungkap Puryadi.

Jelas Puryadi, proyek tersebut merupakan proyek Urban Water Supply and Sanitation (UWSS) dengan total dana mencapai Rp. 29,83 Miliar. Untuk wilayah Tanjungenim, proyek tersebut dilaksanakan pada dua titik. Pertama peningkatan kapasitas pipa dari 80 Liter menjadi 180 Liter sepanjang 17 Kilometer di intake Sungai Enim. Kedua, pembangunan pipa pengolahan air dan sanitasi di Buluran Indah Tanjungenim.

“Proyek ini dibangun dari bantuan Bank Dunia (World Bank),” ungkapnya.

Project Manajer PT. NK untuk proyek PDAM Tanjungenim, Taufik Yusbentoni, menjelaskan pembangunan proyek tersebut berjarak cukup jauh dari bahu jalan yakni sekitar 25 meter.

Sehingga, secara teknis seharusnyaa hal ini tidak mempengaruhi longsornya bahu jalan sebab pembangunannya juga tidak menyentuh bagian jalan. Pembangunan intake juga dibuat dengan sistem trek (terasering) sehingga sudah sesuai dengan ketentuan. Begitupula disepanjang jalan tersebut, sejak awal juga telah ada turapnya.

“Namun, kenapa terjadi longsor? karena ada  tumpukan air di bagian atas. Sehingga air meluap, masuk ke jalan dan air menggerus tanah. Untuk posisi intake berada di jalan paling rendah.  Bahkan, longosor itupun terjadi setelah dua bulan pengerjaan penggalian selesai,” terang dia.

TEKS: SISWANTO

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster