Penunggak Pajak Ketakutan

 406 total views,  2 views today

Ilst. Pajak

Ilst. Pajak

PALEMBANG,  KS-Ancaman Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), untuk memasang spanduk pemberitahuan di tempat usaha atau kediaman wajib pajak (WP) yang menunggak pajak, ternyata membuat WP ketakutan.

Itu ditunjukkan, dengan banyak WP yang mulai membayar tunggakan pajak bumi dan bangunan (PBB) nya.  Hal ini, Kepala Bidang PBB dan BPHTB, Dispenda Palembang, Oktoriyanis Mahmud.

Ia menyebut, setelah diberikan Surat Peringatan (SP) 1, sudah ada WP yang melakukan pembayaran tunggakan.  Namun jelasnya, masih ada WP yang membandel. WP yang membandel ini, akan diberikan SP 2 dalam waktu dekat.

“Ya, sejak SP 1 kita layangkan, sudah ada WP yang membayar tunggakan pajaknya. Mungkin kereka malu. Namun sebagian WP, masih juga membayar tunggakan pajaknya, sehingga akan kita peringatkan kembali,” ucapnya ketika dibincangi, Selasa (19/11).

Menurutnya, kebanyakan WP yang membayar, adalah objek pajak besar. Namun, pihaknya belum dapat merinci berapa banyak yang sudah membayar, karena data belum direkapitulasi. “Pemberian SP 1 ini, hanya untuk tunggakan objek pajak yang besar. Sementara WP yang menunggak PBB Rp50 ribu tidak diberikan SP, Karena SP 1 batas waktunya sudah seminggu, maka kami akan kembali memberikan SP 2 pada WP,”ujarnya.

Bila WP masih enggan untuk membayar tunggakan, sambung Oktoriyanis, pihaknya akan berikan SP 3, kemudian disusul dengan pemasangan spanduk merah berukuran dua meter. Pada spanduk itu, tertulis objek pajak ini belum membayar PBB.

Ia menambahkan, hingga saat ini realisasi pajak sudah mencapai 91,86 persen, atau senilai Rp76,78 miliar dari target Rp83.57 miliar. Nilai capaian tersebut, lebih tinggi bila dibandingkan dengan Desember 2013, yang mencapai 91.30 persen dengan target yang sama. “Sisa delapan persen yang belum tercapai, diharapkan dapat selesai pada Desember nanti,”harapnya.

Oktoriyanis menambahkan, untuk target pajak tahun depan, yakni Rp95 miliar. Tetapi itu masih belum diputuskan secara resmi. Tingginya target tersebut, melihat banyaknya potensi bangunan saat ini, misalnya saja pertumbuhan hotel, supermarket, dan mal.

“Targetnya memang naik, tetapi itu belum ketuk palu. Ini dikarenakan memang banyak bangunan yang sedang dibangun, diharapkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) nya juga naik, jadi target bisa dicapai,”ujarnya.

Untuk itulah sambungnya lagi, saat ini pihaknya tengah melakukan pemutakhiran data. Bila ada data terbaru, maka akan diketahui berapa banyak gedung dan objek pajaknya. “Hal itu juga untuk meningkatkan NJOP, misal sebelumnya hanya tanah kosong, maka yang terdata saat ini sudah ada bangunan,”tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster