Pemkot Kembali Bangun Rumah untuk MBR

 221 total views,  2 views today

Ilustrasi Rumah | Net

Ilustrasi Rumah | Net

PALEMBANG, KS-Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, kembali akan menambah hunian terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Kali ini lokasi rumah bagi MBR itu, masih dipusatkan di kawasan 3-4 Ulu.

Kepala bagian Agraria Setda Palembang, Fahmi Hatta mengatakan, saat ini tengah dilakukan pembebasan lahan untuk pembangunan rumah tersebut. “Untuk pembebasan lahan telah dianggarkan dari APBD 2013 sebesar Rp2,5 miliar, dengan luas lahan 1,3 hektar. Dalam minggu ini, kami akan mengadakan pertemuan dengan warga setempat. Alhamdulillah semua sudah di inventarisir, dan tinggal sosialisasi dan pembayaran,”ungkap Fahmi, Senin (18/11).

Fahmi mengatakan, kawasan 3-4 Ulu tersebut memiliki 60 kepala keluarga (KK), dan akan menjadi prioritas dalam kepemilikan MBR. Karena uang ganti rugi, dapat dijadikan sebagai uang pangkal.

“Hal ini, karena warga menilai warga yang tinggal di MBR sebelumnya, cukup layak. Oleh karena itu akhirnya masyarakat sepakat ingin mendapatkan rumah tersebut, dengan uang tersebut,”jelasnya.

Fahmi menyebutkan, harga tanah warga akan dihargai antara Rp 100-150 ribu per meter. Sementara untuk luasan masing-masing tanah milik warga tersebut, belum diketahui. “Harga tanah tersebut naik, dibandingkan sebelumnya. Dulu paling tinggi Rp100 ribu per meternya,”ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Perumahan Swadaya PU CK Palembang, Andika Marta Dinata mengatakan, pihaknya belum dapat merinci berapa banyak rumah bagi MBR, yang akan dibangun. Namun rumah yang disiapkan, akan lebih banyak dari pemukiman sekarang.
“Karena rumahnya kan nanti tipe 36, jadi kemungkinan akan lebih dari rumah warga saat ini. Nanti akan ditentukan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas khusus fasus) nya, setelah itu akan dibuat site plan nya,”ujarnya.

Sambung Andika, bila sebelumnya harga rumah bagi MBR ditawarkan dengan harga Rp48 juta, diperkirakan rumah bagi MBR kali ini akan naik. Tetapi masih belum dihitung berapa besar kenaikannnya.

Alasan kenaikan harga tersebut, untuk menyesuaikan sejumlah bahan bangunan yang juga naik. Sama seperti sebelumnya, dalam kredit kepemilikan rumah bagi MBR ini nantinya, PT SP2J kembali sebagai penjamin. “Harga Rp 48 juta waktu itu kan banyak subsidi dari pemerintah, misalnya air, listrik, sertifikat. Masih ada lagi sisa besarannya yang ditutupi APBD,”tukasnya.


Teks : Alam Trie Putra
Editor : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster