Pekerja Dominasi Pemakai Narkoba

 136 total views,  2 views today

Ilst. Narkoba

Ilst. Narkoba

PALEMBANG, KS-Pengguna narkotika dan obat berbahaya di Sumatera Selatan (Sumsel), ternyata di dominasi pekerja, baik pegawai swasta, pegawai negeri sipil maupun kalangan buruh. Data tersebut diambil dari Data Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumsel.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Pencegahan BNN Sumsel, Kusmaneti ketika dibincangi usai memberikan sosialisasi tentang bahaya narkoba terhadap anggota dan keluarga Persit Kartika Chandra Kirana PD II/Sriwijaya, Palembang, Selasa (19/11).

Kusmaneti menerangkan, berdasarkan data BNN Sumsel, dari jumlah penduduk wilayah ini yang mengkonsumsi narkoba 70 persen diantaranya adalah pekerja. Setelah pekerja, para pengguna narkoba masuk kategori besar lainnya, adalah kalangan pelajar yang mencapai 22 persen.  “Ini menunjukkan pengguna narkoba di wilayah Sumsel, masing tinggi. Sehingga perlu diberantas secara bersama” jelasnya.

Caranya, bisa dilakukan dengan berbagai bentuk misalnya  perhatian orang tua kepada anak-anaknya, guru yang ada di sekolah, dan instansi-instansi, yang perlu menerapkan penerimaan pegawai harus bebas dari pengguna narkoba.

Ia menambahkan,  jumlah warga di Sumsel yang menjadi pencandu narkoba mencapai 83.000 orang. Dengan demikian, ini menjadi pekerjaan rumah yang cukup berat, baik bagi BNN maupun masyarakat secara keseluruhan.

Karenanya jelas dia, BNN berharap dukungan dari pemangku kepentingan serta masyarakat pada umumnya, dalam pemberantasan narkoba di Sumsel.  Ia melanjutkan, masalah narkoba ini memang tidak mengenal strata baik laki-laki maupun perempuan dan dari umur pun bervariasi.

Maka dari itu, BNN mengajak masyarakat untuk terus waspada, dan antisipasi ketika menemukan hal ini secara langsung. “Intinya harus pintar dalam bergaul dan memahami lingkungan sekitar tempat kita beraktivitas, baik di perkantoran, perumahan, tempat kerja dan lainnya. Karena ketika sudah mengenal yang namanya narkoba, ditakutkan akan terbawa dengan olokan-olokan orang yang tak bertanggungjawab,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana, Dyah Bambang Budi Waluyo mengatakan, dalam mengantisipasi peredaran narkoba di lingkungannya, pihaknya terus melakukan rutinitas melaksanakan pengarahan terhadap keluarga yang tergabung dalam anggota Persit.

“Terpenting adalah selalu terbuka, dalam keluarga. Sehingga dapat mengetahui permasalahan yang sedang dihadapi. Karena keluarga sendiri, merupakan kunci yang paling utama dalam meningkatkan ketahanan sumber daya manusia, dan menjalin hubungan agar selalu harmonis,” tukasnya.

Teks     : Imam Mahfudz Ali

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster