Lulusan SMK Banyak yang Ngangur

 313 total views,  2 views today

llustrasi | Energytoday.com

llustrasi | Energytoday.com


PALEMBANG | KS-Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan penganguran di Sumatera Selatan (Sumsel) dari tahun ke tahun terus menurun. Dimana pada Tahun 2007, angka penganguran di Sumsel hanya 9,34 persen. Kemudian di 2008 turun menjadi 8,08 persen. Tahun 2009 tingkat pengangguran di Sumsel kembali mengalami penurunan menjadi 7,61 persen. Kemudian di 2010, menjadi 6,65 persen.

Kendati demikian, masih banyak jumlah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Palembang menganggur. Misalnya saja, di SMK N 3 Palembang yang beralamat Jl. Srijaya negara bukit besar.

Dari informasi yang dihimpun, sepanjang 2012-2013. Jumlah alumni lulusan SMK tersebut sebanyak 358. Jumlah lulusan yang bekerja sebanyak 110, sedangkan yang melanjutkan kuliah 69 orang. Artinya, 179 orang masih belum bekerja.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Sekolah Drs. Ramot Siahaan,M.Si melalui Humas Dra. Dermawan Sihombing didampingi Bagian Mutu Kemahasiswaan Drs. Abdullah mengatakan, sebagian lulusan masih banyak belum terdata.

“Itu hanya berapa persen saja, kita belum sepenuhnya mendata, karena kita belum sempat melakukan pendataan,” akunya, kemarin, (19/11)

Mereka menambahkan, sebagian lulusan banyak yang melakukan usaha sendiri. “Tidak menutup kemungkinan ada juga lulusan dari kita yang membuat usaha sendiri, namun mereka mungkin belum kita data, dan itu hal yang positif,” katanya sembari menyebut di sekolahnya terdapat 5 jurusan (Akuntasi, Adm. Perkantoran, Pemasaran, Usaha Perjalanan Wisata, dan Akomodasi Perhotelan).

Terpisah, Aprizan salah satu alumni SMK N 3 angkatan 2010 menyebut, banyak lulusan dari sekolah kejuruan yang belum bekerja.

“Saya ini juga nganggur, teman-teman selulusan juga sama nasibnya, kita pusing, karena lapangan pekerjaan semakin sempit, melanjutkan kuliah di kejuruan yang sama, biayanya tak sedikit,” ucap pria yang pernah mengambil jurusan Akutansi tersebut.

Ijan munuturkan, jumlah lulusan yang keluar tak sebanding jumlah penerimaan tenaga kerja yang diserap oleh perusahaan. Karenannya menurut pria penggemar Barcelona tersebut, semestinya pihak sekolah atau yang terkait harus mencarikan solusi.

“Logikanya seperti itu, tapi semasa saya memang ada pihak sekolah untuk memagangkan siswa ke perusahaan ataupun dinas, tapi itu sekedar magang, belum tentu diterima kerja,” tukasnya.

Teks : Ridiansyah
EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster