Kendalikan Limbah di Palembang

 232 total views,  2 views today

IPAL

Ilustrasi IPAL

PALEMBANG, KS-Badan Lingkungan Hidup (BLH) baik BLH Sumsel maupun Kota Palembang, sama-sama kompak menyebut limbah rumah tangga adalah penyebab utama menurunnya kualitas air di Sungai Musi.

Kabid Perlindungan, Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup pada BLH Sumsel, Hadenli Ugihan beberapa waktu lalu mengatakan dari hasil uji kualitas air di Sungai Musi, limbah rumah tangga seperti sampah dan tinja mendominasi pencemaran di sungai terpanjang di Pulau Sumatera itu.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pemukiman dan Pengembangan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya (CK) Kota Palembang, Tendy menyebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, sudah mulai merencanakan membangun instalasi pengelolaan air limbah (IPAL).

IPAL tersebut akan dibangun di kawasan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni. “Disana, sudah disiapkan lahan seluas 5,7 hektar, untuk menampung limbah keluarga maupun limbah perusahaan yang ada di metropolis,” kata Tendy.

“Saat ini, pembangunannya masih dalam proses pembebasan lahan. Kita pastikan, akhir November ini sudah selesai. Mudah-mudahan tidak ada kendala,” jelas Tendy yang dibincangi, kemarin.

Selain pembebasan lahan, Dinas PU CK jelas Tendy, juga tengah penyelesaian detail engineering design (DED). Setelah semua tahapan itu selesai, barulah pengerjaannya akan dilakukan. Kemungkinan fisik IPAL ini sebutnya, akan dibangun pada Oktober 2014 mendatang.

“IPAL di kawasan Sei Selayur ini,  merupakan IPAL yang pertama untuk perkotaan. Jika pengerjaan telah rampung, IPA itu mampu menampung limbah dari perusahaan maupun limbah keluarga,”bebernya.

Lebih jauh Tendy menjelaskan, untuk limbah masyarakat yang berada di kawasan Seberang Ilir, akan diarahkan ke IPAL Sungai Selayur. “Diameter pipa penyaluran limbah keluarga ini, lebih kurang dua meter, jadi kami pastikan bisa menampung limbah yang cukup banyak,”ucapnya.

Disinggung soal dana pembangunan IPAL tersebut, Tendy menyebutkan dananya berasal dari Australian Agency for International Development (Ausaid) dan Asian Development Bank (ADB), sebesar Rp500 juta. “Jadi, danannya bukan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Palembang,” tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster