Data Pemilih 35 Desa Hilang

 164 total views,  2 views today

Ilustrasi DPT

Ilustrasi DPT


PALEMBANG, KS -Pelaksanaan pemilihan umum legislatif (pileg) 2014, hanya tinggal hitungan bulan saja. Namun sampai saat ini, banyak persoalan yang mengancam pelaksanaan pesta demokrasi itu di Indonesia, termasuk di Sumatera Selatan (Sumsel).

Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, pelaksanaan pileg tersebut terancam akan banyak persoalan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel pun, bukan tidak mungkin akan menghadapi banyak gugatan.

Karena, dari hasil penyisiran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel ditemukan ada 35 desa di lima kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yang hilang data mata pilihnya.

“Sementara di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), kita temukan ada daftar pemilih tetap (DPT) nya, namun desa yang tidak ada. Sampai saat ini, KPU Sumsel belum memberikan penjelasan kepada kita, kenapa itu terjadi. Mereka harus pertanggungjawabkan hal ini, kepada masyarakat,” kata komisioner Bawaslu Sumsel Divisi Pengawasan, Kurniawan ketika dibincangi, Selasa (19/11).

Bukan tidak mungkin jelas Kurniawan, akan banyak temuan lainnya terhadap berbagai kejanggalan dalam DPT Sumsel, yang sudah ditetapkan KPU Sumsel tersebut. Sebab menurut Kurniawan, sampai saat ini panitia pengawas pemilu (panwaslu) di kabupaten dan kota di Sumsel, sudah diperintahkan untuk menyisir data DPT tersebut.

“Hasilnya, akan kita sampaikan ke KPU sebelum deadline perbaikan DPT Sumsel pada 4 Desember nanti,” ucapnya.

Sebelumnya Kurniawan mengatakan, Bawaslu juga mendapatkan ada 800 ribu pemilih tanpa nomor induk kependudukan (NIK) di Sumsel. “800 ribu pemilih tanpa NIK ini, tersebar di OKI sebanyak 540 ribu pemilih, Empat Lawang berjumlah 66 ribu pemilih dan OKU sebanyak 22 ribu mata pilih,” jelas Kurniawan.

Selain itu, ditemukan juga selisih 56.925 pemilih di Sumsel dengan data sidalih KPU RI. Hasil sidalih, DPT Sumsel 5.725.251 mata pilih, sedangkan hasil pleno KPU Sumsel 5.782.176.

“Meskipun sudah dicoret dan berkurang 11.015 mata pilih dari DPT yang ditetapkan sebelumnya 19 Oktober lalu, tetap saja ada selisih 56.925 mata pilih antara data sidalih KPU RI dan data Pleno KPU Sumsel, 2 November lalu,” tukasnya.

Berbagai persoalan yang terjadi tersebut kritik Kurniawan, harusnya membuat KPU bekerja cepat untuk menyelesaikannya. “Mereka tidak berleha-leha, karena ini penting. Jangan sampai ada masyarakat, yang kehilangan hak pilihnya,” tukasnya.

Teks : Dicky Wahyudi
Editor : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster