BI Rate Naik Dunia Otomotif Terpukul

 245 total views,  2 views today

Pameran Auto Vaganzaa di Palembang Indah Mall (PIM) Palembang.

Pameran Auto Vaganzaa di Palembang Indah Mall (PIM) Palembang.


PALEMBANG | KS -Tingkat suku bunga acuan alias Bank Indonesia (BI) Rate naik lagi untuk keenam kalinya dalam waktu enam bulan terakhir, kenaikan BI rate kali ini mencapai 7,5 persen, hal ini bisa mengakibatkan perlambatan terhadap realisasi pembiayaan, yang juga mengikuti turunnya penjualan mobil dan motor.

B. Harjoseno. Branch manager PT Global Mobilindo main diler KIA Sumatera Selatan mengatakan, bila industri pembiayaan mengalami perlambatan otomatis penjualan mobil dan motor juga ikut berkurang. “BI Rate telah melambung tinggi, sedangkan perusahaan belum bisa menaikkan suku bunga pinjaman lantaran dikhawatirkan daya beli masyarakat menurun di dunia otomotif,” ungkapnya kemarin (19/11).

Dikatakannya, naiknya BI rate ini akan membuat dunia otomotif terpukul. Karena masyarakat akan bepikir untuk membeli kendaraan, yang perlu dicermati bukan hanya kenaikan suku bunga ataupun cicilannya, naiknya inflasi juga harus dicermati. “BI menaikkan suku bunganya kan untuk mencegah inflasi, karena iklim juga sedang tidak bagus,”katanya.

Ini juga akan berdampak terhadap naiknya harga sembilan bahan pokok. Masyarakat akan berfikir ulang untuk membeli motor dan mobil “Yang pasti masyarakat akan memikirkan perut dulu,” ungkapnya.

Sebelumnya , Sudarta Peneliti Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah VII mengatakan bahwa kenaikan BI rate akan membawa dampak positif bagi rupiah. Namun dengan rupiah menguat, daya saing produk bisa melemah. “BI Rate naik ini lebih untuk mengendalikan defisit,” cetusnya,

Sikap ini diambil guna menyikapi cepatnya dinamika perubahan perekonomian global dan nasional akhir-akhir ini.

“Dalam beberapa waktu terakhir, ekonomi Indonesia mengalami tekanan dengan intensitas yang semakin tinggi, seiring dengan meningkatnya ketidakpastian ekonomi global,”katanya.

BI menilai kenaikan nilai tukar rupiah akan memperbaiki iklim investasi dan menambah investasi yang berdampak kepada peningkatan cadangan devisa pemerintah.

TEKS : JADID ULUL ALBAB
EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster