Baru Dibangun Sudah Retak

 328 total views,  2 views today

Dinding Gedung Perpustakaan SMPN 3 Lempuing Jaya yang Mengalami Keretakan

Dinding Gedung Perpustakaan SMPN 3 Lempuing Jaya yang Mengalami Keretakan

KAYUAGUNG, KS-Memprihatinkan, mungkin kata ini yang patut kualitas bangunan perpustakaan di SMPN 3 Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Bagimana tidak, walau baru dibangun pertengahan 2012 lalu, saat ini kondisi bangunan tersebut sudah retak.

Pantauan Kabar Sumatera, Selasa (19/11), di gedung yang diperkirakan berukuran 7×8 meter tersebut, sungguh memprihatinkan.  Pasalnya sejumlah titik di bangunan itu, retak seperti dibagian dinding, dan lantai.

Padahal menurut salah seorang guru di SMPN 3 Lempuing Jaya, yang tidak mau disebutkan namanya, gedung perpustakaan tersebut baru diresmikan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan (UPTD) Kecamatan Lempuing Jaya, belum lama ini.

Untuk pembangunannya sendiri, dari papan proyek yang terpasang dijelaskan kalau bangunan perpustakaan tersebut dibangun dengan mekanisme partisipasi masyarakat, menggunakan dana pembangunan  dari Direktorat Pembinaan SMP, Ditjen Pendidikan Dasar (Dikdas0, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2012. Dengan total dana anggaran,  Rp156.277.000.

Salah seorang tukang berpengalaman, yang biasa mengerjakan berbagai mengerjakan berbagai proyek pembangunan gedung sekolah di OKI, Jono ketika dibincangi, kemarin menyebut, banyak faktor kenapa suatu bangunan baru, dinding dan lantainya bisa retak.

“Ada kemungkinan karena reng balok, di bangunan itu tidak kokoh. Sehingga mempengaruhi kekuatan dinding bangunan. Bisa juga karena, perbandingan antara semen dan pasir yang digunakan tidak sesuai standar,” jelasnya.

“Idealnya untuk adukan semen sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), satu banding empat. Namun kebanyakan pemborong, untuk menghemat dan mendapatkan keuntungan besar tidak menggunakan standar tersebut, tetapi menggunakan adukan satu banding tujuh,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) OKI, Qomarus Zaman, sampai berita ini diturunkan, belum bisa di konfirmasi. Saat dihubungi melalui andphone (HP) nya, orang nomor satu di Disdik OKI awalnya sempat mengangkat HP nya. Namun ketika ditanyakan persoalan tersebut, tiba-tiba pembicaraan putus. Ketika dihubungi kembali, sudah dalam keadaan tidak aktif. Sementara short message service (SMS), yang dikirimkan tidak dibalas.

Teks     : Doni Afriansyah

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster