Awas, Angin Kencang Ancam Palembang

 117 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi | Tempo.co

*Berkecepatan 30 Knot

*Puluhan Rumah di Prumdam Rusak

PALEMBANG, KS-Masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel), khususnya Palembang harus meningkatkan kewaspadaanya. Pasalnya, angin kencang berkekuatan 25-30 knot atau bisa mencapai 60 km/jam.

Kecepatan angin tersebut menurut Kepala Seksi (Kasi) Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel, Indra Purnama, bisa membahayakan. “Sekarang lagi puncak musim penghujan, intensitasnya semakin meningkat. Ini diikuti dengan angin kencang,” kata Indra dibincangi di ruang kerjanya, Selasa (19/11).

Ia menyebut, angin kencang ini akan terjadi antara November sampai Desember. Namun akan lebih banyak terjadi pada Desember mendatang.  “Angin kencang yang tejadi belakangan ini, akibat pusat tekanan rendah di utara khatulistiwa” sebutnya.

Angin kencang ini jelas Indra, juga akan menimbulkan gelombang yang tinggi diatas permukaan laut. Tinggi gelombang, bisa mencapai tiga meter. “Kalau cuaca seperti ini, kecenderungan intensitas curah hujan bisa  mencapai 60-100 mm/hari,”tegasnya.

Ia juga memprediksi, tingginya intensitas hujan ini bisa mengakibatkan sebagian wilayah di Kota Palembang bakal banjir. “Seperti hujan yang terjadi pada Senin (18/11) malam lalu, hujan lebat disertai angin kencang dan petir, kemungkinan besar dapat terjadi kembali. Jika demikian sebagaian besar wilayah di Palembang akan tergenang banjir,”ungkapnya.

Indra mengingatkan, kejadian serupa yang pernah terjadi pada tahun 2012 silam, dimana intensitas curah hujan mencapai 200 mm/hari. Hal tersebut, membuat sebagian besar wilayah di Sumsel mengalami musibah banjir, terutama di daerah timbunan rawa.  “sebenarnya kalau datang musim hujan tiap tahun pasti ada. Hanya saja intensitasnya berbeda, ada yang ekstrem dan ada pula yang biasa, hanya saja perlu diwaspadai,” urainya.

Potensi hujan yang turun sambungnya, tidak merata atau disebut dengan hujan lokal.  Sejumlah kota-kota di Sumsel bebernya, berpotensi terjadi hujan pada sore dan malam hari. Oleh sebab itu, masyarakat dihimbau untuk lebih waspada. “Apalagi untuk daerah luar kota Palembang seperti Muara Enim, OKU dan Pagaralam, kecepatan angin atas normal berpotensi dapat membahayakan,” imbuhnya.

Puluhan Rumah Porak-Poranda

Sementara itu, akibat angin kencang yang terjadi Senin malam, sekitar 30 unit rumah di Jalan Sulaiman Amin, Prumdam, Kecamatan Talang Kelapa, porak-poranda.  Pantauan Kabar Sumatera, puluhan rumah tersebut ada ada yang sebagian atapnya sudah hilang dibawa angin.

Ada juga, sejumlah fasilitas milik warga yang rusak. Bahkan di kawasan tersebut, ada pohon yang tumbang hingga menimpa mobil pick up milik warga. “Bahkan ada gudang pupuk, yang hancur akibat angin kencang semalam,” kata Boby, warga Rt 30, Prumdam.

Ia menjelaskan, kejadian tersebut begitu cepat. Angin kencang disertai hujan terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. “Saat itu, listrik padam. Angin bertiup kencang, ditambah hujan deras. Bahkan ada salah seorang warga yang melihat putaran angin setinggi 10 meter,” bebernya.

Saat ini warga yang rumahnya rusak jelas Boby, sudah mulai memperbaiki rumahnya. “Namun ada juga, yang memilih mengungsi ke rumah keluarganya. Sampai saat ini, belum ada bantuan dari pemerintah,” tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi

*Berkecepatan 30 Knot

* Puluhan Rumah di Prumdam Rusak

PALEMBANG, KS

Masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel), khususnya Palembang harus meningkatkan kewaspadaanya. Pasalnya, angin kencang berkekuatan 25-30 knot atau bisa mencapai 60 km/jam.

Kecepatan angin tersebut menurut Kepala Seksi (Kasi) Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel, Indra Purnama, bisa membahayakan. “Sekarang lagi puncak musim penghujan, intensitasnya semakin meningkat. Ini diikuti dengan angin kencang,” kata Indra dibincangi di ruang kerjanya, Selasa (19/11).

Ia menyebut, angin kencang ini akan terjadi antara November sampai Desember. Namun akan lebih banyak terjadi pada Desember mendatang.  “Angin kencang yang tejadi belakangan ini, akibat pusat tekanan rendah di utara khatulistiwa” sebutnya.

Angin kencang ini jelas Indra, juga akan menimbulkan gelombang yang tinggi diatas permukaan laut. Tinggi gelombang, bisa mencapai tiga meter. “Kalau cuaca seperti ini, kecenderungan intensitas curah hujan bisa  mencapai 60-100 mm/hari,”tegasnya.

Ia juga memprediksi, tingginya intensitas hujan ini bisa mengakibatkan sebagian wilayah di Kota Palembang bakal banjir. “Seperti hujan yang terjadi pada Senin (18/11) malam lalu, hujan lebat disertai angin kencang dan petir, kemungkinan besar dapat terjadi kembali. Jika demikian sebagaian besar wilayah di Palembang akan tergenang banjir,”ungkapnya.

Indra mengingatkan, kejadian serupa yang pernah terjadi pada tahun 2012 silam, dimana intensitas curah hujan mencapai 200 mm/hari. Hal tersebut, membuat sebagian besar wilayah di Sumsel mengalami musibah banjir, terutama di daerah timbunan rawa.  “sebenarnya kalau datang musim hujan tiap tahun pasti ada. Hanya saja intensitasnya berbeda, ada yang ekstrem dan ada pula yang biasa, hanya saja perlu diwaspadai,” urainya.

Potensi hujan yang turun sambungnya, tidak merata atau disebut dengan hujan lokal.  Sejumlah kota-kota di Sumsel bebernya, berpotensi terjadi hujan pada sore dan malam hari. Oleh sebab itu, masyarakat dihimbau untuk lebih waspada. “Apalagi untuk daerah luar kota Palembang seperti Muara Enim, OKU dan Pagaralam, kecepatan angin atas normal berpotensi dapat membahayakan,” imbuhnya.

Puluhan Rumah Porak-Poranda

Sementara itu, akibat angin kencang yang terjadi Senin malam, sekitar 30 unit rumah di Jalan Sulaiman Amin, Prumdam, Kecamatan Talang Kelapa, porak-poranda.  Pantauan Kabar Sumatera, puluhan rumah tersebut ada ada yang sebagian atapnya sudah hilang dibawa angin.

Ada juga, sejumlah fasilitas milik warga yang rusak. Bahkan di kawasan tersebut, ada pohon yang tumbang hingga menimpa mobil pick up milik warga. “Bahkan ada gudang pupuk, yang hancur akibat angin kencang semalam,” kata Boby, warga Rt 30, Prumdam.

Ia menjelaskan, kejadian tersebut begitu cepat. Angin kencang disertai hujan terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. “Saat itu, listrik padam. Angin bertiup kencang, ditambah hujan deras. Bahkan ada salah seorang warga yang melihat putaran angin setinggi 10 meter,” bebernya.

Saat ini warga yang rumahnya rusak jelas Boby, sudah mulai memperbaiki rumahnya. “Namun ada juga, yang memilih mengungsi ke rumah keluarganya. Sampai saat ini, belum ada bantuan dari pemerintah,” tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster