Pali Hanya Kebagian Rp 1 Milyar

 319 total views,  2 views today

Drs Amirudin Tjikmat

Drs Amirudin Tjikmat


PALI | KS – Dana Anggaran Biaya Tambahan (ABT), tahun 2013 Kabupaten Muaraenim yang diperuntukkan untuk pembangunan di Kabupaten PALI ternyata hanya direalisasikan sebesar Rp 1 Milyar.

Hal tersebut diungkapkan Plt Sekda Kabupaten PALI, Drs Amirudin Tjikmat kepada Kabar Sumatera, Senin (18/11).

Menurutnya, anggaran Rp 1 Milyar tersebut terbagi dalam lima paket kegiatan. Itupun hanya sebatas kegiatan kecil dengan nilai dibawah Rp 200juta.

“Kita hanya ambil paket kecil yang tidak melalui proses tender saja,” ungkap Amirudin.

Sebab, menurut Amir, Pemkab PALI tidak mungkin melaksanakan paket yang harus melalui proses tender. Waktunya tidak memungkinkan untuk dilaksanakan.

“Makanya, proyek-proyek Rp 10,9 Milyar yang direncanakan untuk Kabupaten PALI tidak kita ambil. Karena beresiko,” jelasnya.

Sebab, lanjutnya, jika mengambil proyek tersebut, tidak mungkin diselesaikan. Apalagi batas waktu pelaksanaannya tidak sampai satu bulan lagi. “Proses tender sendiri sudah memakan waktu, belum lagi pelaksanaan. Waktu satu bulan jelas tidak mungkin. Daripada bermasalah mending kita tolak,” kata Amirudin.

Keterlambatan pemberian proyek ini, menurut Amir, disebabkan ketidak tegasan Pemkab Muara Enim untuk memberikan proyek itu ke Pemkab PALI.

“Pemkab Muaraenim masih ragu, apakah memungkinkan memberikan proyek di kabupaten PALI. Sebab PALI sudah jadi kabupaten sendiri. Namun setelah dijelaskan oleh BPK, baru mereka mengerti. Tapi apa mau dikata, waktu sudah tidak memungkinkan. Padahal dana sebesar itu sangat besar untuk diberikan membangun beberapa infrastruktur,” tambahnya.

“Seharusnya, Pemkab Muara Enim membaca Undang-Udang No 7 tahun 2013 secara menyeluruh. Disitu kan jelas, bahwa tahun 2013, pembangunan di PALI masih menjadi tanggung jawab Muara Enim,” ungkapnya.

Kebijakan Pemkab PALI yang hanya menerima paket non-tender itu, di dukung oleh Wakil Ketua DPRD Muaraenim, HM Ferdinan Simatupang. Menurut dewan asal dapil PALI ini, kebijakan itu sudah tepat. Sebab tidak mungkin sebuah proyek dilaksanakan dalam waktu satu bulan saja.

“Tanggal 15 desember seluruh proyek kan harus sudah selesai. Jelas tidak mungkin dari nopember ini baru dilaksanakan. Daripada bermasalah, yaa… Mending tidak diterima,” kata Ferdinan.

Namun bagi Ferdinan, tidak setuju bila dikatakan keterlambatan pemberian proyek ini karena keraguan Pemkab Muaraenim dalam membantu PALI. “Masalahnya bukan itu. Memang ada beberapa hal yang harus mendapat persetujuan dan waktunya sampai memakan waktu sebulan. Karena itu proses pemberiannya terlambat,” kata Ferdinan.

Teks/Foto : Indra Setia Haris
Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster