Waterfront City tak Kunjung Terealisasi

 751 total views,  2 views today

Panorama Taman Kampung Kapitan yang Berada Di Pinggiran Sungai Musi

Panorama Taman Kampung Kapitan yang Berada Di Pinggiran Sungai Musi

PALEMBANG, KS-Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, mewujudkan program Palembang Waterfront City, sampai saat ini masih sekedar gagasan belaka. Pantauan Kabar Sumatera, sampai belum ada aksi nyata untuk mewujudkan Palembang sebagai kota wisata tepian air.

Namun hal itu dibantah oleh Pemkot Palembang. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palembang, Syafrie Nungcik menyebut, pemkot serius menata kawasan pinggiran Sungai Musi untuk pengembangan Palembang sebagai kota wisata tepian air.

Saat ini menurut Syafrie, Bappeda tengah melakukan feasibility study (FS) di lima titik, di tepian Sungai Musi. Kelima titik tersebut yakni, Sekanak, Sekanak, 5 Ulu, 14 Ulu, 11 Ulu dan 7 Ulu. “Nanti kelima titik tersebut akan dibebaskan lahan. Soal besar anggaran, tergantung pada luas lahan yang akan dibebaskan. Yang pasti luas lahan yang bakal dibebaskan, bervariasi mulai dari lima hektar hingga tiga hektar,”ucap Syafrie, kemarin.
Dana untuk pembebasan lahan tersebut jelasnya, menggunakan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Palembang. Saat ini sambungnya, Bappeda juga tengah merancang rencana dokumen pembebasan (Larap).

“Kita juga, tengah menggarap FS untuk kawasan industri yang diproyeksikan di dua titik. Yakni Karya Jaya dan Sukarami. Kedua FS itu, harus selesai desember sehingga pada 2014 sudah mulai dilakukan pembebasan lahan, dan pembangunannya bisa secepatnya dilakukan,” ujarnya.

Untuk pembangunan, diharapkan adanya bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWS) VIII. Ada beberapa bangunan, yang harus disiapkan untuk penataan kawasan pinggiran Sungai Musi ini diantaranya, retaining wall. “Total lahan yang dibutuhkan sekitar 10 hektar,”ucapnya.

Ia menerangkan, lahan yang akan dibebaskan di kawasan pinggiran Sungai Musi tersebut, mayoritas adalah lahan kosong. “Namun akan kita pertimbangkan, apakah penataan dipinggiran sungai atau cukup jauh dari sungai. Karena daerah aliran sungai (DAS), tidak boleh ada bangunan. Karenanya, bangunan yang akan kita bangun berjarak sekitar 70 meter dari pinggiran sungai,” ujarnya.

Nantinya, sambung Syafrie, kawasan tersebut akan ditawarkan ke investor dengan konsep menyatu (terpadu). Mungkin akan ada hotel, restoran, dan lainnya. “Sudah banyak investor yang menawarkan diri, mayoritas skala nasional. Kami tidak menutup kemungkinan dari investor luar negeri. Ya, kita lihat siapa yang terbaik,”imbuhnya.

Programnya sambung Syafrie, belum tahu yang pasti akan disesuaikan dengan program kota, apakah hotel, restoran dan lainnya. “Kami hanya memfasilitasi untuk lahan. Kemudian, baru detail engineering design (DED) dan master plan sesuai dengan kebutuhan,”tukasnya.

Teks : Alam Trie Putra
Editor : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster