VCD Rusak, Ajub Batal Terima Kotak “Persembahan”

 1,250 total views,  2 views today

PALEMBANG, KS –Direktur Infokom Dirjen Pas, Ajub Suratman, mengunjungi Lapas Wanita Palembang mewakili Wakil Menteri Kemenkumham RI, Denny Indrayana. Kunjungan ini bertujuan menyaksikan langsung penandatanganan 18 kerja sama pihak swasta dengan seluruh lapas wanita di Sumsel.

“Khusus untuk Lapas Wanita Palembang, akan ada dua penandatanganan kerja sama dengan pihak swasta. Kerja sama tersebut adalah pembangunan pesantren dan perusahaan roti,” kata Kasi Dik Lapas Wanita Palembang, Desy Andriani.

Dapur pembuatan roti, lanjut Desy, sudah disiapkan di bagian dalam lapas. Penghuni lapas pun bisa belajar memproduksi roti sendiri dari dapur tersebut. Bisa beradanya dapur pembuatan roti tidak terlepas dari ikatan kerja sama dengan CV Agra Boga Sari Rasa.

“Kita sudah memproduksinya sejak hari ini. Nantinya, kita akan mencari pihak yang mau menampung roti buatan kami,” kata Desi.

Terkait pondok pesantren, Desi mengatakan tujuannya untuk membekali para tahanan dan narapidana penghuni lapas dengan ilmu agama. Nantinya, jika pondok pesantren sudah dibangun, pihak lapas akan memakai jasa ustad untuk membimbing 221 penghuni lapas.

Dengan demikian, selain memiliki keterampilan, narapaidana dan tahanan wanita di Lapas Wanita Palembang dibekali ilmu agama untuk membimbing mereka begitu keluar dari lapas.

Saat acara dimulai, pihak lapas bermaksud menunjukkan kebolehan tiga narapidana wanita dalam menampilkan Tari Tanggai. Sayang, niat itu batal karena VCD pemutar lagu rusak dikarenakan adanya korsleting listrik. Ajub serta Wakil Gubernur Sumsel, Ishak Mekki, bersama rombongan direktur perusahaan swasta dan rektor di beberapa universitas di Sumsel terpaksa batal menerima kotak seserahan dari para penari.

“VCD rusak karena korslet akibat listrik padam. Padahal, kita sudah melayangkan surat kepada PT PLN untuk menyalakan listrik karena ada acara ini,” kata Desi.

Karena listrik padam, pihak lapas menggunakan genset untuk melanjutkan acara ini. Dengan genset itulah, pertunjukkan tari kipas dan yang lainnya tetap bisa digelar. Begitu juga dengan pembacaan ayat suci Al Quran yang dikajikan oleh seorang narapidana wanita tetap bisa terdengar dengan batuan mesin genset.

Kedatangan Ajub dan rombongan disambut dengan karya tangan seluruh warga binaan di Sumsel. Mulai dari Lapas Klas IA Wanita Palembang, Lapas wanita Muara Enim, hingga Laps Wanita Tanjung Raja seluruhnya memperlihatkan kebolehan penghuni lapas dalam membuat kerajinan tangan. Ada asbak rokok yang dilapisi koran bekas, kotak tisu, dan lain sebagainya. Banyaknya karya tangan ini menjadi perhatian tersendiri pengunjung lapas.

Dikatakan Ishak, dengan adanya bentuk kerja sama ini, ia berharap para narapidana dan tahanan di seluruh lapas yang ada di Sumsel bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi saat keluar dari lapas. Dengan demikian, mereka bisa mencari pekerjaan yang lebih layak ketimbang mengulangi lagi bentuk kejahatan yang membawa mereka berada di dalam lapas.

“Bentuk kerja sama ini harus dioptimalkan dan jangan disia-siakan. Dengan pembekalan ilmu agama dan kerajinan tangan, wanita penghuni lapas diyakini bisa menjalani hidup yang lebih baik di luar nantinya,” kata Ishak.

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster