SKK Migas Siap Gandeng Pemkab

 234 total views,  2 views today

Darwin, Humas SKK Migas Wilayah Sumbagsel.

Darwin, Humas SKK Migas Wilayah Sumbagsel.


PALI | KS – Jalan dan jembatan yang ada di Kabupaten PALI yang menghubungkan satu desa dengan desa lain kebanyakan merupakan jalan operasional perusahaan. Hanya sebagian dari jalan-jalan itu menjadi kewajiban pemerintah.

Semula, jalan-jalan tersebut merupakan jalan operasional perusahaan, khususnya operasional pertambangan minyak. Namun seiring perjalanan waktu dan penduduk yang semakin bertambah, jalan itu berfungsi sebagai urat nadi perekonomian masyarakat.

Masyarakat yang kemudian menyebar dan membentuk pemukiman disisi jalan, secara perlahan jalan itu menjadi jalan penghubung masyarakat.

“Kita akui, sebagian besar jalan dan jembatan yang dipergunakan masyarakat itu jalan operasional perusahaan” kata Darwin, Humas Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas Wilayah Sumatera Bagian Selatan kepada KabarSumatera, Jumat (15/11) lalu.

Parahnya, jalan-jalan dan jembatan itu saat ini kondisinya sangat parah untuk ukuran jalan masyarakat. Pantauan harian ini, sedikitnya dua jembatan yang ada didalam kota Talang Ubi, kondisinya sangat memprihatinkan.

Kedua jembatan itu adalah jembatan Beracung di samping lapangan Golf dan Jembatan Talang Pipa. Kedua jembatan ini sudah berlubang. Dikhawatirkan akan ambruk. Padahal kedua jembatan ini urat nadi bagi masyarakat Talang Ubi.

Jembatan Beracung dipergunakan warga sebagai pintu masuk dari luar kota menuju pusat kota. Sementara Jembatan Talang Pipa, posisinya yang terletak di dekat pasar juga merupakan jalan akses utama menuju beberapa desa dan kelurahan seperti Kelurahan Talang Ubi Barat, Desa Semangus, Sungai Baung, Benakat Minyak dan kabupaten Musi Rawas.

SKK Migas, selaku lembaga pemerintah yang mengawasi dan mengkoordinasi perusahaan penambang minyak dan gas tak menampik kondisi ini.

SKK Migas melalui Darwin, Humas SKK Migas Wilayah Sumbagsel mengaku akan bertanggung-jawab memperbaiki kedua jembatan tersebut. “Kita akan gandeng pemerintah kabupaten PALI untuk bersama-sama mengatasinya. Sebab kalau semuanya dibebankan ke kita jelas tidak mungkin. Sebab bukan hanya jembatan itu saja yang menjadi fokus kita. Beberapa ruas jalan pun kita perbaiki.” jelas Darwin.

Darwin menyatakan, antara SKK Migas dan Pemkab PALI sebenarnya sudah ada pembicaraan untuk bersama-sama membangun kabupaten yang baru dimekarkan ini. “Kalau pembicaraan secara umum sudah kita lakukan, tinggal lagi pembicaraan teknis dan terperinci yang belum kita lakukan. Termasuk jembatan yang dimaksud. Tapi nanti akan kita komunikasikan lagi dengan pemkab,” ungkapnya.

Pernyataan ini pun disambut baik oleh Drs H Soemarjono, tokoh masyarakat PALI. Menurut Soemarjono, kedua jembatan itu memang menjadi tanggung-jawab PT Pertamina dan SKK Migas. Karena itu sudah menjadi kewajiban kedua lembaga itu untuk memperbaikinya.

“Kita sambut baik, bila sudah ada sinergi seperti itu. Kalau mau dibebankan semua ke pemkab, jelas tidak mungkin. Demikian juga kalau pertamina dan SKK Migas, dananya pasti terbatas. Kalau mbangunnya bersama-sama, kan jadi lebih ringan. Dan masyarakat lebih terbantu. Apalagi bukan cuma dua jembatan itu saja. Masih banyak jalan yang harus diperbaiki.” kata Soemarjono.

Teks/Foto : Indra Setia Haris





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster