Hitam Putih ‘Ilmu’ Suku Kubu

 249 total views,  9 views today

Suasana dan lingkungan perumahan Suku Anak Dalam (SAD) Kubu di SP 9 Muara Lakitan-rev

Suasana dan lingkungan perumahan Suku Anak Dalam (SAD) Kubu di SP 9 Muara Lakitan-rev

MUSIRAWAS | KS-Hari-hari kelompok suku anak dalam atak suku kubu di Kabupaten Musirawas tak pernah hidup di atas angin. Nun mereka pun menjalani kehidupan jauh dari sentuhan tangan pemerintah setempat.

Catatan yang dihimpun Harian Umum Kabar Sumatera, sedikitnya ada sembilan lokasi pemukiman suku anak dalam yang bertahan di kabupaten itu. Di Musirawas ini suku anak dalam tersebut menyambung hidup hampir ratusan tahun di rimban-rimba dengan tradisi tersendiri

Para suku kubu ini merupakan komunitas yang proto Melayu. Anak-anak suku kubu pun unik. Dengan segara kearifan lokalnya, orang kubu hidupnya harmonis yang bergantung dari lingkungan hutan serta alam sekitarnya. Yang pada akhirnya anak kubu pun hingga kini tetap survive.

Muhammad Imron, Aktivis Lingkungan Hidup Wahana Bumi Hijau Musirawas, kepada Harian Umum Kabar Sumatera, Ahad (17/11) memaparkan, saat ini cukup banyak generasi suku kubu yang hidupnya terbelakang dibanding masyarakat biasa. Di atas kertas anak kubu ini memerlukan uluran tangan dari pemerintah. Dengan begitu kehidupan anak suku kubu bisa hidup laik.

“Untuk anak suku kubu ini, kami bersama rekan-rekan membina mereka di bidang pendidikan non formal. Selanjutnya juga ada upaya pemberdayaan ekonomi berupa peningkatan hasil pertanian, misalnya buah pisang,” demikian ungkap Imron yang biasa disapa Memeth ini seraya berkata walaupun pihaknya terkendala pemasaran, namun ia berusaha terus mencarikan solusinya.

Lanjut Imron, guna mewujudkan kecerdasan anak suku kubu, Wahana Bmi Hijau Musirawas pun menyelenggarakan program pendidikan yaitu mendidik dan membina anak-anak kubu dengan berbagai ketrampilan dan tulis menulis serta hitungan.

“Memang ada sebagian anak-anak kubu bersekolah. Itu karena lokasi mereka dekat dengan sekolah. Namun, bagi yang jauh dari sekolah biasanya enggan masuk bangku sekolah. Nah, ini adalah tantangan buat kita,” terang Imron.

Adapun pola didikan yang diberlakukan, ujar Imron, melalui program sekolah alam. Di sini, anak suku kubu akan memeroleh ilmu pendidikan khususnya tentang berbagai pelajaran seperti melukis itu di ruang terbuka dengan suasana lingkungan yang serba hijau.

Kata Imron, demi keberlangsungan anak suku kubu, pihaknya bahkan sudah menyalurkan bantuan alat-alat tulis termasuk tas gendong dan sebaginya untuk keperluan anak-anak kubu.

Suku kubu mestinya lebih diperhatikan lagi oleh pemerintah. Baik itu cara bersosialisasi maupun soal agama. Dan, boleh disebut, saat ini anak kubu di Musirawas ini banyak yang tidak mengerti atau faham, walaupun ada yang mengaku beragama Islam.

“Pernah kami bertanya, mengapa tidak shalat? Mereka yang wanita jawab, shalat di mana? Di sini kan tak ada tempat ibadah masjid atau mushalla. Lagi pula kami tak punya pakaian shalat’,” beber Imron.

Terakhir, Imron pun meminta agar pemerintah yang berwenang di sektor pertanian dapat memrogramkan bantuan. Misalnya, bibit buah-buahan yang bervarietas unggul .

“Bisa Anda lihat, di kawasan orang suku kubu itu banyak sekali lahan-lahan kosong dan belum termanfaatkan,” cetus Imron.

TEKS/FOTO:FAISOL
EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster