Mengenal Lebih Jauh Tentang Penyakit Kaki Gajah

 897 total views,  2 views today

Beberapa warga kabupaten PALI yang menderita penyakit kaki gajah

Beberapa warga kabupaten PALI yang menderita penyakit kaki gajah

Meskipun tidak mengancam jiwa sampai pada kematian, penyakit kaki gajah atau yang biasa dikenal dengan istilah Filariasis tergolong penyakit yang menakutkan.

Pada fase lanjut, penyakit ini dapat menyebabkan gangguan aktifitas bagi penderitanya. Penderita dapat menderita cacat menetap sehingga secara psikologis menimbulkan stigma sosial (malu) serta menyebabkan gangguan secara ekonomis.

Penderita yang sudah terkena fase lanjut ini, biasanya sungkan keluar rumah karena malu. Sehingga secara ekonomis bisa menghambat produktifitas.

Parahnya, penyakit ini tidak bisa diobati. Belum ada obat untuk menyembuhkanya. Penderita yang sudah memasuki fase lanjut ini biasanya akan mengalami pembesaran pada kaki, tangan, payudara, buah zakar dan alat kelamin.

Yang membuat penyakit ini berbahaya, ternyata sifat penyakit ini menular. Dan media penularannya pun cuma nyamuk. Nyamuk apa saja.

Bila ada penderita yang sudah terjangkit kemudian digigit nyamuk dan nyamuk itu menggigit orang yang sehat, maka orang sehat itu akan terkena penyakit kaki gajah.

“Penyakit ini kan disebabkan oleh cacing filaria dan berkembangnya di perut nyamuk, kalau nyamuknya menggigit penderita kaki gajah, maka cacing itu akan berkembang biak di perut nyamuk tersebut. Begitu nyamuk itu menggigit orang sehat, yaa cacing itu akan berpindah ke tubuh yang sehat” jelas dr Hj Eni Zatila MKM, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI diruang kerjanya, Jumat (15/11).

Menurut Eni, bila sudah masuk ke tubuh manusia, cacing ini akan berkembang di kelenjar sistem limfatik. Karena itu, dalam fase lanjut tubuh penderita akan bengkak-bengkak sampai membesar.

“Organ tubuh yang membengkak ini karena berisi cacing. Cacing yang berkembang biak inilah menyebabkan pembengkakan itu” tambahnya.

Untuk melakukan amfutasi pun tidak akan menyelesaikan masalah. Karena cacing berkembangnya di dalam kelenjar limfatik, dan itu ada disemua organ tubuh. Meskipun satu organ dipotong, namun cacing yang sudah terlanjur ada di organ yang lain tetap saja akan berkembang biak. Jadi amfutasi tidak akan menolong.

Untuk mencegah penularan penyakit ini, langkah yang bisa dilakukan adalah memutus mata rantai penyakit ini dengan memberikan obat khusus kepada warga yang belum terjangkit.

Selain itu, warga harus membiasakan pola hidup sehat. Memberantas tempat bersarangnya nyamuk dan membersihkan lingkungan tempat tinggal.

Sumber/Foto : Dinkes Kab PALI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster