Beri Sedekah Didenda Rp50 Juta

 273 total views,  2 views today

Anak Jalanan (Anjal) Sedang Meminta-minta di Jalan | Bagus Park

Anak Jalanan (Anjal) Sedang Meminta-minta di Jalanan Kota Palembang | Bagus Park

PALEMBANG, KS-Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, akan memberikan sanksi tegas bagi masyarakat, yang kedapatan memberikan uang bagi anak jalanan (anjal). Sanksi yang diberikan pun ,tidak tanggung-tanggung yakni denda Rp50 juta dan kurungan tiga bulan penjara.

“Denda tersebut, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) tentang Anjal, yang telah ditetapkan DPRD kota Palembang beberapa waktu lalu. Sekarang tengah dibahas di pemprov, untuk persetujuan penerapannya,” jelas Kepala Dinas Sosial (Disnsos) Kota Palembang, Faizal AR, Jumat (15/11).

Menurut Faizal, perda yang mengatur tentang anjal tersebut, telah dibahas selama 1,5 bulan. Dengan adanya perda tersebut,diharapkan bisa menekan jumlah anjal yang berkeliaran di jalan-jalan selama ini di metropolis.

Perda tersebut tegasnya, akan diterapkan setelah mendapatkan persetujuan dari Pemprov Sumsel.  “Selama evaluasi di pemprov, kami lakukan sosialisasi terus, guna meminimalisir aktivitas anjal di jalan-jalan,”ucapnya.

Apakah saksi ini, sama saja dengan menghalangi masyarakat untuk bersedekah ?, Faizal menyebut tidak. Pemerintah Kota  (pemkot) Palembang jelasnya, tidak melarang masyarakat untuk bersedekah.

Namun sebaiknya sedekah itu jelas Faizal, bukan dilakukan di jalan. Tetapi sarannya, sedekah tersebut diberikan kepada lembaga resmi seperti panti asuhan, masjid dan lainnya sehingga bisa tepat sasaran.

“Memberikan sedekah di jalan, sama saja mendidik mereka menjadi malas. Selama ini, dari mengemis mereka bisa mengantongi pendapatan sampai Rp400 ribu perhari. Itu an, membuat mereka menjadi malas bekerja,” ujarnya.

Dengan tidak memberikan sedekah di jalan, maka menurut Faizal, otomatis jumlah anjal maupun pengemis akan berkurang dengan sendirinya. Sebab keberadaan mereka di jalan, untuk mengharapkan balas kasihan dari masyarakat.

Faizal juga menerangkan, anjal yang berkeliaran di kota empek-empek saat ini tidak lagi berasal dari Palembang. Saat ini justru banyak anjal, yang berasal dari berbagai daerah di Jawa serta kabupaten dan kota lainnya di Sumsel. “Ini merupkan prilaku buruk, karena jika kita terus menerus memberikan mereka uang di jalanan, mereka akan semakin enggan untuk bekerja,”tukasnya.

Teks     :Alam Trie Putra

Teks     : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster