Bandar Narkoba Jaringan OKUT Dibekuk

 362 total views,  2 views today

Andi Fasial (38), bandar narkoba saat menunjukan barang bukti di hadapan wartawan usai di periksa

Andi Fasial (38), bandar narkoba saat menunjukan barang bukti di hadapan wartawan usai di periksa

PALEMBANG, KS –Andi Fasial (38), bandar narkoba yang beroperasi diwilayah kabupaten Ogan Kombring Ulu Timur (OKUT), diringkus Satnarkoba Polda Sumsel.

Dari tangan warga Dusun I, Kelurahan Way Halong, Kecamatan Way Madang, Kabupaten OKUT ini, petugas menyita ratusan butir pil ekstasi dan uang tunai ratusan juta rupiah, tas hitam, tiga kartu anjungan tunai mandiri (ATM), timbangan digital dan satu buah tas.

Dari pengakuan Andi, ekstasi yang disita dari tangannya memang miliknya. 500 butir ekstasi itu ia beli dari seorang bandar yang tinggal di Lampung berinisial Dd (DPO). Perbutirnya, Andi membeli seharga Rp 180 ribu.

“Saya jual per butir Rp 220 hingga Rp 250 ribu. Saya menjajakan ekstasi itu jika ada orgen tunggal di kawasan OKUT,” kata Andi.
Dilanjutkan Andi, ia sudah tujuh kali membeli ekstasi dari Dd. Hanya saja, jumlah ekstasi yang ia beli tidak sebanyak yang disita. Jumlah pertama yang dibeli Andi dari Dd hanya 50 butir ekstasi. Karena lancar dan sudah banyak pelanggan, Andi terus memesan ekstasi kepada Dd dan menambah jumlah ekstasi hingga mencapai 500 butir.

Terkait uang Rp 150 juta yang disita polisi, Andi menampik seluruhnya didapat dari hasil penjualan ekstasi. Diakuinya, hanya Rp 30 juta yang hasil penjualan ekstasi. Sementara sisanya terbagi dari uang pinjaman dari bank dan hasil usahanya di penggilingan padi.
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Saud Nasution, melalui Direktur Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Dedi Setio, membenarkan penangkapan itu. Saat ini, pelaku dan barnag bukti sudah diamankan di Direktorat Narkoba Polda Sumsel.
“Dia salah satu bandar ekstasi yang sering beraksi di kawasan OKUT, OKU Selatan, dan OKU. Selanjutnya, kita akan koordinasi dengan Polda Lampung untuk mencari keberadaan bandar. Kita berhasil menyita barang bukti uang tunai senilai Rp 160 Juta, pil ekstasi sebanyak 500 butir,” kata Dedi.

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster