Balada Para Pengangkut Sampah

 245 total views,  2 views today

Jalan menuju TPA Rusak, Bingung Buang Sampah Kemana

Jalan menuju TPA Rusak, Bingung Buang Sampah Kemana

PALI | KS –Hari sudah sore, sebentar lagi matahari tenggelam. Keringat dan lumpur membasahi baju  Limin (31), salah satu staf UPTD Kebersihan dan Pertamanan Talang Ubi. Dengan tekun ia membersihkan Sepatu safety yang dikenakannya. Nampak ia baru saja selesai bekerja keras.

“Habis dari mendorong mobil kak. Mobilnya harus putar arah, tidak bisa masuk lokasi Tempat Pembuangan Akhi (TPA),” tutur Limin dengan nafas masih tersengal.

Yang dimaksud Limin adalah sebuah truk Isuzu tua keluaran 2001 dengan bak besi yang sudah ditambal disana-sini diparkir disisi jalan. Truk itu bukan menghadap lokasi TPA, melainkan menghadap ke arah Talang Ubi, ibukota Kabupaten PALI.

Padahal truk itu masih dipenuhi sampah dengan bau busuk yang menyengat. Sampah yang mereka pungut dari pasar tadi pagi.

Dua orang sedang membongkar rantai yang melilit ban truk itu. “Kalau sudah dijalan aspal rantainya dilepas. Tadi dipasang karena mau masuk lokasi pembuangan (sampah). Tapi gak bisa masuk. Jalannya parah,” kata Saiful (45) sopir truk sambil menunjuk kubangan lumpur dibelakangnya.

Saiful dan Limin dibantu tiga orang lainnya baru saja berjuang mengangkut sampah ke tempat pembuangan akhir di daerah KM 8,5 Handayani Mulia Kecamatan Talang Ubi. Untuk menuju lokasi itu, setiap hari mereka harus melewati jalan tanah yang berbukit.

Saat hujan tiba, jalan itu berlumpur dan licin. Karena itu Saiful memasang rantai di ban belang truk, agar truknya tidak slip. Tetapi meski sudah dipasang rantai, tetap saja truk tua itu tidak mampu. Apalagi empat ban belakangnya sudah gundul sampai memperlihatkan guratan benang.

Sebenarnya Saiful dan Limin sudah berusaha menunda waktu pembuangan sampah itu. Sampah yang mereka pungut pada pagi hari, mereka endapkan dikantor UPTD menunggu jalan menjadi kering. Namun kenyataannya matahari seperti enggan bersahabat. Seharian meredup.

Karena tidak mungkin “memeram” sampah, mereka tetap nekat. Berjibaku mengantar sampah. Tapi kondisi jalan rusak parah dan kondisi mobil yang reot dan tua, membuat mereka menyerah.

Dengan badan lesu, mereka berbalik arah. Tak tahu sampah mau dibuang kemana?

Apapun terjadi, mereka harus balik kerumah, istirahat. Mempersiapkan tenaga untuk esok. Karena, esok pagi sampah lainnya sudah menanti.

Sementara awan hitam menggelayut dilangit, bersiap mengantar nyenyak tidur mereka. Sekaligus kembali menyirami jalan itu agar kerusakannya terjaga.

Teks/Foto : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster