PT Tempirai Diduga Cemari Lingkungan

 612 total views,  2 views today

Ilustrasi | Antaranews.com

Ilustrasi | Antaranews.com

KAYUAGUNG |KS–Warga Desa Jungkal, Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), melapor ke Badan Lingkungan Hidup (BLH) OKI lantaran lebak lebung yang mereka kelola dicemari limbah perusahaan kelapa sawit milik PT Tempirai.

Akibat pencemaran tersebut, warga selaku pengelola lebak lebung di Desa Jungkal merugi ratusan juta karena dalam satu tahun terakhir lebak tersebut tidak menghasilkan, padahal seharusnya bisa menghasilkan berton-ton ikan.

Menurut Suradi, warga yang mengelola lebak lebung tersebut, sejak dirinya memenangkan lelang lebak pada November 2012 lalu, hingga sekarang lebak yang dikelolanya tidak menghasilkan ikan-ikan seperti yang diinginkan karena selama setahun terakhir ini lebak tersebut dicemari limbah PT Tempirai sehingga ikan-ikan di lebak tersebut banyak mati.

“Pada saat lelang lebak lebung dan sungai di Kecamatan Pampangan setahun lalu, saya menjadi pemenang lelang lebak Desa Jungkal yang saya kelola sekarang ini. Saat itu saya beli Rp300 juta lebih, dengan harapan selama setahun lebak Desa Jungkal bisa menghasilkan uang lebih dari itu, tapi sanyangnya, bibit-bibit ikan yang ada mati karena tercemar limbah perusahaan, jadi tahu sendiri kerugian yang saya alami,” ujar Suradi, Kamis (14/11).

Pihaknya sudah melaporkan masalah tersebut ke Camat Pampangan, Badan Lingkungan Hidup dan Dinas Perikanan Kabupaten OKI. “Surat aduan sudah saya layangkan ke BLH yang ditembuskan ke Dinas Perikanan dan pihak kecamatan, saya ingin instansi terkait memfasilitasi pertemuan dengan pihak perusahaan. Pihak perusahaan harus bertanggungjawab atas pencemaran itu dan mengganti kerugian yang saya alami,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Pampangan, Alex ketika dikonfirmasi  membenarkan adanya laporan warga Jungkal terkait adanya pencemaran limbah dari PT Tempirai tersebut.

“Benar ada warga yang melapor terkait pencemaran limbah ini, tapi sejauh ini kita belum mengetahui kebenaran pencemaran tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, BLH OKI telah mengirimkan surat panggilan ke manajemen PT Tempirai untuk duduk satu meja guna mencari solusi dari permasalahan ini

“Jadi kami sudah mengkonfirmasi ke BLH OKI kapan akan dilakukan pertemuan dengan pihak perusahaan dan menurut pihak BLH sudah melayangkan surat ke perusahaan,” terangnya seraya mengatakan, pertemuan tersebut telah dijadwalkan pada Rabu (19/11) mendatang.

Terpisah, Kepala BLH OKI, Mahmud Iswan melalui Kabid Pengendalian Dampak Lingkungan, Husin Asnawi SP mengatakan, menindaklanjuti laporan warga Desa Jungkal, pihaknya sudah melayangkan surat panggilan kepada manajemen PT Tempirai untuk dilakukan pertemuan dengan Suradi selaku warga yang mengadukan permasalahan tersebut.

“Suratnya sudah kami terima, tapi kita juga belum tahu sejauhmana pencemaran limbah tersebut yang menyebabkan ikan-ikan di lebak tersebut banyak mati. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan kematian habitat ikan di dalam air, bukan hanya pencemaran limbah, bisa juga tingginya kandungan PH air lebak tersebut oleh perubahan cuaca belakangan ini,” jelasnya.

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster