Human Trafficking di Sumsel Sudah Terjadi Lima Kasus

26 total views, 3 views today

Ilst. human trafficking

Ilst. human trafficking

PALEMBANG, KS-Sampai November tahun ini, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Pemprov Sumsel, mencatat angka perdagangan manusia (trafficking) hanya lima kasus. Jumlah ini, jauh menurun jika dibandingkan dua tahun sebelumnya.

“Di 2011  ada 19 kasus trafficking, 2012 sebanyak 19 kasus. Sementara tahun ini, dari laporan yang kami terima baru lima kasus,” kata Kepala Badan Pemberdayaan perempuan dan Anak Pemprov Sumsel, Susna Sudarti yang dibincangi usai pembukaan Musda VII Himpunan Wanita Karya, di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Kamis (14/11).

Walau pun begitu kata Susna, pemprov tetap akan berkonsentrasi terhadap perlindungan perempuan dan anak di Sumsel. Sebab perempuan dan anak lah jelasnya, selama ini yang selalu menjadi korban human trafficking.

“Kita sedang merancang, peraturan daerah (perda) tentang perlindungan terhadap anak dan perempuan korban perdagangan orang. Kita juga, membangun partisipasi dan kepedulian masyarakat, untuk pencegahan terjadinya human trafficking,”jelasnya.

Untuk penanganan korban, pemprov bersama Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel sebutnya, menyediakan tempat tinggal yang layak bagi korban di trauma center. Selain itu, pemprov juga memulangkan korban ke daerah asal bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat.

Sebelumnya DPRD Sumsel, mendesak Pemprov Sumsel untuk lebih serius menangani human trafficking. Anggota DPRD Sumsel dari Fraksi Partai Golkar, Hasan Basri menyebut, pemprov dan semua pihak terkait harus benar-benar berkonsentrasi, dalam memberikan perlindungan terhadap anak dan perempuan, mengingat semakin canggihnya modus operandi kejahatan yang digunakan.

Human trafficking, masih menjadi ancaman di Sumsel. Karenanya pemprov dan pihak terkait, harus benar-benar bisa memberikan perlindungan terhadap anak dan perempuan agar tidak menjadi korban human trafficking,”desaknya.

Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin sendiri mengatakan dari data WCC, jumlah human trafficking di Sumsel sepanjang tiga tahun terakhir lumayan tinggi yakni 19 kasus tahun 2011, 19 kasus sepanjang tahun 2012 dan 5 kasus di tahun 2013.

“Untuk mengatasi masalah ini, sekarang kita sedang mengajukan raperda tentang perlindungan hukum terhadap anak dan perempuan korban perdagangan orang.  Kita berharap hadirnya perda ini, dapat meminimalisir jumlah korban human trafficking,”ungkapnya.

Menurut Alex, dalam raperda yang diusulkan terdapat langkah kongrit yang dilakukan pemerintah untuk mencegah perdagangan anak di Sumsel, antara lain dengan membangun partisipasi masyarakat melalui informasi, bimbingan, penyuluhan tentang nilai moral dan keagamaan.

Teks     : Imam Mahfudz Ali
Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com