Figur Caleg Tentukan Keterpilihan

 220 total views,  2 views today

Ilustrasi | Republika.co.id

Ilustrasi | Republika.co.id

PALEMBANG, KS-Komisi Pemilihan Umum (KPU), membatasi calon anggota legislatif (caleg) dan calon anggota DPD untuk memasang atribut sosialisasinya. Sesuai Peraturan KPU (PKPU) Nomor 15 tahun 2013, caleg hanya di izinkan memasang atribut sosialisasi di zona yang sudah ditetapkan.

Kondisi ini, mau tak mau menurut pengamat politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Febrian, membuat caleg harus ‘rajin’ bersosialisasi ke masyarakat. “Zonanisasi tersebut, akan membuat masyarakat semakin bisa mengenal calon wakil mereka. Sehingga figur, akan sangat menentukan terpilih atau tidaknya caleg tersebut,” kata Febrian ketika dibincangi, Kamis (14/11).

Selain figur jelas Febrian, terpilih atau tidaknya caleg akan sangat ditentukan oleh visi dan misi, program kerja dan partai politik (parpol) dari caleg tersebut. ”Jika program parpol dan caleg jelas, tentunya masyarakat akan memilihnya. Apalagi jika parpol tersebut bersih, memiliki progam kerja yang jelas dan figurnya layak untuk dipilih maka masyarakat akan memilihnya,” ungkap Febrian.

Namun Fauzi H Amro, caleg DPR RI dari Partai Hanura, mempunyai pendapat tak jauh berbeda dari Febrian. Namun menurutnya, selain visi dan misi, program kerja dan parpol yang mengantarkan caleg tersebut, ada faktor lain yang menentukan terpilih atau tidaknya seorang caleg.

“Caleg, juga harus paham dengan peta wilayah di daerah pemilihan (dapil) nya.  Karena dengan begitu, ia akan mengetahui kondisi dan karakteristik masyarakat di dapil nya. Dengan begitu, caleg tersebut bisa melakukan pemetaan,” ucapnya.

Pengusaan peta dapil itu menurut Fauzi, sangat berpergaruh terhadap perolehan suaranya nanti, karena saat berinteraksi dengan masyarakat secara langsung, akan dinilai lebih oleh pemilih.

”Kami berdialog dengan masyarakat, dan dapat menjawab apa yang dipertanyakan masyarakat. Ini tentu akan menjadi pertimbangan bagi masyarakat, untuk memilih caleg tersebut,” ujarnya.

Sementara itu caleg untuk DPRD Sumsel, dari Partai Bulan Bintang (PBB),  Shofwan Hadi menyebut figur caleg, dan parpol yang mengantarkan caleg tersebut dalam mempengaruhi pemilih hanya 30 persen saja.

Sisanya, adalah bagaimana caleg tersebut mampu menyakinkan masyarakat dengan program kerja maupun visi dan misi yang ditawarkan.  “Masyarakat akan menilai, seberapa jauh program yang kita tawarkan bisa memberikan solusi dari persoalan yang mereka hadapi. Namun mereka tentu tidak butuh prorgram, yang sifatnya hanya janji atau slogan. Yang mereka butuhkan, adalah program-program nyata,” tukasya.

Teks     : Dicky Wahyudi
Editor  : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster