Pemkot Klaim IPM di Atas Rata-rata Provinsi

 92 total views,  3 views today

Ilustrasi Indeks

Ilustrasi Indeks

PAGARALAM, KS—Pemerintah Kota Pagaralam mengklaim, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Pagaralam tergolong bagus dengan rata-rata di atas provinsi dan peringkat ketiga provinsi.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pagaralam, Ir Zulkifli Idrus MSi, Rabu (13/11).

Menurutnya, kemajuan IPM yang ada diatas rata-rata itu tak lepas dari pembangunan yang telah dilakukan Pemerintah Pagaralam, terutama dalam lima tahun terakhir.

“Nilai IPM kita 74,15 dan menduduki tempat ketiga dari 15 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan,” katanya.

Ia mengatakan, dengan dicanangkannya  program yang lebih terfokus kepada empat pilar pembangunan, di antaranya kesehatan, pendidikan, infrastruktur (sarana dan prasarana), termasuk ekonomi kerakyatan, angka IPM Kota Pagaralam terus mengalami peningkatan.

Keempat pilar yang menjadi sasaran pembangunan ini, kata dia, merupakan indikator untuk mendongkrak IPM. Di samping itu fokus pembangunan tetap ditekankan seperti infrastruktur seperti jalan maupun sarana fisik lainnya.

“Sejauh ini, kita memfokuskan  kepada dunia kepariwisataan, sehingga kota Pagaralam tetap menjadi daerah tujuan wisata utama di Sumatera Selatan,” tambahnya.

Meski begitu, ia menambahkan, membaiknya IPM tersebut, tentunya berkorelasi  dengan besarnya anggaran APBD Kota Pagaralam dalam membiayai serangkaian program pembangunan yang ada.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pagaralam Yudistira Arya Noegraha mengatakan, selama lima tahun terakhir memang IPM Pagaralam terus mengalami peningkatan yakni 72,16 di tahun 2008, 72,48 tahun  2009, dan 73,19 tahun 2010. Sedangkan di tahun 2011 dan 2012 IPM Pagaralam terus mengalami peningkatan sebesar 73,51 dan 74,15 tahun ini.

“Tahun 2013, IPM kita bahkan di atas rata-rata Sumsel yang sebesar 73,96,” kata Yudistira.

Lebih lanjut kata dia, indikator yang ada meliputi sektor kesehatan, yakni bertambahnya harapan hidup, sektor pendidikan yang juga semakin meningkat serta membaiknya perekonomian dengan daya beli masyarakat yang semakin bertambah.

“Perekonomian dengan laju pertumbuhan 6,33 persen meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar 5,32 persen,” ujarnya.

Teks : Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster