Kekerasan Seksual Mendominasi

 366 total views,  2 views today

Ilustrasi | Antarafoto.com

Ilustrasi | Antarafoto.com

*Kekerasan Terhadap Anak

PALEMBANG, KS-Angka kekerasan terhadap anak di Kota Palembang, masih terbilang tinggi. Setidaknya, itu ditunjukkan dari data Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Palembang. Dari laporan yang masuk ke KPAID, sepanjang 2013 terjadi 280 kasus kekerasan.

Dari 280 kasus tersebut menurut Ketua KPAID Kota Palembang, Adi Sangadi, 28 persennya atau sekitar 78 kasus adalah kasus kekerasan seksual terhadap anak. “Salah satu penyebab yang paling memengaruhi kekerasan seksual, yakni adanya bujuk rayu, pergaulan yang bebas (tidak terbatas), dan kurangnya kontrol/pengawasan dari orang tua,” kata Adi yang dibincangi,  kemarin seperti dikutip buletinmetropolis.com

Selain itu, dipengaruhi dengan semakin majunya teknologi. Anak-anak sudah mulai mengenal Internet. Di Internet, semua informasi bisa diperoleh dengan cepat dan mudah, termasuk mencari konten pornografi.

Adi membeberkan, kekerasan seksual terhadap anak menempati urutan pertama, disusul kasus anak pelaku melawan hukum 72  kasus (25 persen), kekerasan fisik terhadap anak 58 kasus (21 persen) dan perlindungan khusus anak 25 kasus (9 persen).

Kemudian kasus hak kuasa asuh 16 kasus (6 persen), kekerasan psikis 15 kasus (5 persen), perdagangan anak 9 kasus (3 persen), dan penelantaran anak 7 kasus (3 persen). “Dari 280 kasus yang ditangani KPAID Palembang, ada 114 kasus (35 persen) berhasil dimediasi dan 98 (30 persen) kasus dibawa ke ranah hukum, dalam hal ini pengadilan. Sisanya, 90 kasus (27 persen) masih dalam proses penyelesaian,” sebutnya.

Ia mengimbau orang tua melindungi dan mengawasi anak dengan baik agar tidak terjerumus ke hal negatif. Anak, kata Adi, mempunya hak-hak yang mesti dilindungi, dijamin, dan dipenuhi orang tua, masyarakat, dan pemerintah secara maksimal.

“Harus diketahui, setiap anak selama dalam pengasuhan orang tua, wali atau pihak lain maupun yang bertanggung jawab atas pengasuhan, berhak mendapat perlindungan. Baik itu dari diskriminasi, eksploitasi, baik ekonomi maupun seksual, penelantaran, kekejaman, kekerasan, penganiayaan, ketidakadilan hingga perlakuan lainnya,” tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster