Ada Pemukiman di Hutan Lindung

 2,014 total views,  4 views today

BANYUASIN|KS-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin memastikan kawasan hutan lindung, suaka marga satwa dan sejenisnya tidak akan berkurang luasannya.

Hal ini dikatakan Kabag Perencanaan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penanaman Modal (BAPEDA PM), Kabupaten Banyuasin, Darmawi usai menjadi pembicara Sosialisasi Perda Tata Ruang Wilayah di Auditorium Pemkab, Rabu (13/11).

“Memang ada desa yang ternyata masuk dalam kawasan hutan lindung. Itu sudah kita sampaikan kepada Kementerian Kehutanan untuk memberikan kebijakan, karena tidak mungkin masyarakat dipindahkan dari kawasan tersebut. Karena mereka sudah ada disana sejak jaman Belanda,” jelas Darmawi.

Ia mengakui, populasi terus berkembang, untuk itu pula membutuhkan lahan yang lebih luas untuk hidup dan berusaha. Namun, dia memastikan masyarakat tidak akan merambah, selama pihak Kementerian Kehutanan berkoordinasi dengan masyarakat agar masyarakat dilibatkan dalam menjaga hutan itu.

“Sudah kita usulkan ke kementerian untuk pemukiman yang masuk kawasan hutan lindung, tapi sampai sekarang belum membuahkan hasil,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum RI, Ario menjelaskan kesulitan dalam meminta kepada kementerian kehutanan untuk mengeluarkan kawasan hutan lindungnya, lebih membutuhkan regulasi dari kementerian.

“Ya, lebih disebabkan faktor politis, bukan hanya Banyuasin saja, untuk Sumsel memang belum ada yang dikeluarkan dari kawasan hutan lindung. Karena dengan tidak bolehnya masyarakat menambah luas lahannya, menjadikan pembangunan stagnan,” tukasnya.

Teks : Diding Karnadi

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster