Polda Tepis Anggapan tak Profesional

 180 total views,  2 views today

Kapolda Sumsel Irjen Pol Saud Usman Nasution dalam Acara coffee morning dengan kalangan pers di Sumsel, Selasa (12/11) di Gedung Anton Sujarwo, Mapolda Sumsel.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Saud Usman Nasution dalam Acara coffee morning dengan kalangan Pers di Sumsel, Selasa (12/11/2013) di Gedung Anton Sujarwo, Mapolda Sumsel.

PALEMBANG, KS-Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), Irjen Pol Saud Usman Nasution, menepis tudingan banyak pihak kalau Kepolisian Republik Indonesia (Polri) lamban, ragu-ragu dan takut serta tak profesional dalam menyelesaikan berbagai kasus-kasus kejahatan yang ditangani.

Saud menyebut, Polri khususnya Polda Sumsel sudah maksimal dalam menjalankan tugasnya,  untuk melayani masyarakat. “Kita sudah berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan, walau pun memang ada kekurangan,” kata Saud dalam coffee morning dengan kalangan pers di Sumsel, Selasa (12/11) di Gedung Anton Sujarwo, Mapolda Sumsel.

“Selama ini,  masyarakat yang berkepentingan sering memaksakan kehendaknya agar masalah itu mereka segera diselesaikan.  Padahal tak jarang, itu bukan ranah Polri tetapi ranah organisasi lain,” keluh Saud.

Ia juga membantah, jika Polri memiliki keberpihakan dengan kalangan pengusaha dalam penanganan berbagai kasus seperti konflik lahan. Padahal tegasnya, semua itu bukan sepenuhnya ditangani oleh Polri.

Tidak semua kasus yang ditangani Polri sambungnya, menjadi tanggungjawab korps baju coklat itu saja. Dalam konflik lahan misalnya, juga ada ranah yang menjadi tanggungjawab pemerintah baik provinsi maupun kabupaten dan kota.

“Polisi hanya mem back up kasus yang terjadi, maupun yang sedang terjadi di masyarakat. Bila itu di ranah provinsi, dikembalikan ke gubernur. Sedangkan jika di ranah kabupaten/kota, dikembalikan kepada pupati atau wali kota serta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dibawahnya,” tegasnya seraya berharap bantuan media, untuk mensosialisasikannya sehingga bisa dipahami masyarakat.

Sementara itu Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel, Oktaf Riadi menyambut baik permintaan Polri tersebut.  Menurutnya, memang dibutuhkan kerjasama untuk membangun kesadaran masyarakat dalam upaya penegakan hukum.

“Media di Sumsel, tentu menyambut keinginan kerjasama tersebut. Namun kita butuhkan, keterbukaan dari Polri dalam memberikan informasi,” ujarnya.

Oktaf menambahkan, insan pers di Sumsel akan mendukung apapun tindakan polisi untuk membuat Sumsel tetap kondusif.  “Kami juga, harus memikirkan apa yang kami tulis. Jangan sampai merusak. Kita bersama-sama belajar, rembuk, mengisi dan saling berhubungan erat untuk kepentingan masyarakat Sumsel,” tukasnya.

Teks     : Ahmad Maulana

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster