Mahasiswa STKIP Serasan “Dirumahkan”

 384 total views,  2 views today

Indrayanto

Indrayanto

PALI | KS-Belum adanya kejelasan mengenai status perkuliahan mereka, membuat setidaknya 50 mahasiswa kelas jauh STKIP Serasan di Talang Ubi mendadak galau.

Sejak sebulan lalu, para mahasiswa di sekolah tersebut “dirumahkan” oleh pihak pengelola. STKIP Serasan kelas jauh di Talang Ubi menghentikan kegiatan perkuliahan mereka. Otomatis para mahasiswa pun terpaksa menganggur.

Kabar yang berhasil dihimpun harian ini mengungkapkan, Kepala STKIP terpaksa menghentikan perkuliahan karena belum kelarnya izin dari Kopertis.  Para mahasiswa diberikan dua pilihan. Pertama, bila masih ingin kuliah di Perguruan Serasan  mahasiswa dipersilakan pindah ke Fakultas Hukum dan Ekonomi. Pilihan kedua, para mahasiswa dipersilakan untuk pindah ke perguruan tinggi lainnya. Untuk pindah ke perguruan tinggi lainnya, para mahasiswa direkomendasikan untuk pindah ke Universitas PGRI Palembang. Bila pindah ke Universitas PGRI, maka seluruh biaya kepindahan akan ditanggung pihak kampus.

Sementara para mahasiswa berpikir untuk menentukan pilihannya, pihak kampus meliburkan perkuliahan. “Mulai semester depan baru kuliah. Tapi kami belum tahu mau kuliah dimana?” kata salah satu mahasiswa yang minta identitasnya dirahasiakan.

Saat ini, mahasiswa tersebut terpaksa pulang kampung menunggu kepastian dari kampus. “Kalau memang tidak bisa kuliah lagi, terpaksa kami pindah ke Lahat. Cari kontrakan di situ. Sebab kami kuliah maunya jadi guru, bukan yang lain. Kalau kuliah di ekonomi atau hukum kan beda Om,” sambung mahasiswa semester satu jurusan Bahasa Indonesia itu.

Ketidakpastian inilah yang membuat para mahasiswa tersebut menjadi galau. “Asli galau pak, dibilang mahasiswa tapi kami tidak kuliah. Dibilang bukan mahasiswa tapi kami ini anak kuliahan dan sudah bayaran” ujar Lk mahasiswa lainnya yang mengambil kelas padat sabtu-minggu.

“Kalau dibilang ditipu, tapi uang bangunan kami dibangunkan gedung. Tapi kenyataannya sekarang ini kami tidak lagi kuliah. Sementara biaya yang kami keluarkan sudah sangat banyak,” tambah Lk yang setiap minggu bolak-balik ke dari PALI ke Muara Enim untuk mengikuti kelas padat.

Sementara Indrayanto, Kepala STKIP Serasan yang dihubungi KabarSumatera Selasa (12/11) mengakui saat ini pihaknya terpaksa meliburkan mahasiswanya. “Pihak kopertis meminta kita menghentikan perkuliahan, sebelum izin keluar,” kata Indra.

Menurut Indra, kejadian ini diakibatkan status Talang Ubi yang saat ini sudah menjadi kabupaten terpisah dari Muara Enim. “Aturannya kan, kalau sudah beda kabupaten tidak diperkenankan membuka kelas jauh. Karena Talang Ubi sudah jadi Kabupaten PALI maka Kopertis tidak memperkenankan lagi kita membuka kelas jauh di Talang Ubi,” ujarnya.

Meski demikian, lanjut Indra, Perguruan Serasan bisa memanfaatkan aturan dalam Permendiknas Nomor 20 tahun 2010. Dalam permen itu disebutkan pihak Perguruan Serasan diperbolehkan membuka kampus B di kabupaten yang bersebelahan. “PALI kan bersebelahan dengan Muara Enim. Maka kita bisa buka Kampus B di PALI,” lanjutnya.

Untuk mewujudkan status Kampus B di Talang Ubi pihak Kopertis wilayah II, kata Indra mensyaratkan Perguruan Serasan harus menyediakan fasilitas yang sama dengan kampus induk di Muara Enim. Fasilitas itu seperti dosen yang harus sama, fasilitas gedung yang jelas dan perlengkapan lainnya.

Karena itu, Indra menjamin semester genap mendatang perkuliahan di STKIP Serasan sudah bisa dimulai kembali. Khusus untuk mahasiswa pendidikan jasmani dan olah raga transfer dari Diploma II Universitas Terbuka, kata Indra, tidak mendapatkan izin dari kopertis. Mahasiswa transfer ini tetap disalurkan ke Universita Terbuka. “Tapi kita sudah ada komitmen dengan pihak UT, kita akan menggelar pendidikan UT di kampus kita,” tegasnya.

TEKS / FOTO : INDRA SETIA HARIS

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster