Copot Sendiri atau Dicopot Paksa

 316 total views,  2 views today

Atribut kampanye Caleg yang Menghiasi Komplek Pasar Sekanak Palembang | Foto : Bagus Park

Beberapa Atribut kampanye Caleg yang Menghiasi Komplek Pasar Sekanak Palembang | Foto : Bagus Park

PALEMBANG, KS-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang, telah menetapkan zona kampanye untuk pemilihan umum legislatif (pileg) 2014. Penetapan zona kampaye ini, berbasis kelurahan maksudnya, ada 107 zona yang diperbolehkan sebagai areal pemasangan atribut kampanye milik caleg, calon anggota DPD dan parpol.

Walau pun begitu, belum ada tindakan yang dilakukan panitia pengawas pemilu (panwaslu) Kota Palembang terhadap pelanggaran pemasangan atribut kampanye yang dilakukan caleg. Ketua Panwaslu Kota Palembang, Amrullah beralasan, karena mereka saat ini masih melakuan pendataan.

“Kita sudah minta panitia pengawas kecamatan (panwascam), untuk mulai bergerak dan mendata ada atau tidaknya pelanggaran pemasangan atribut sosialisasi tersebut. Kalau ada yang melanggar, kita minta di dokumentasikan kemudian kita rekomendasikan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) untuk menindaknya,” kata Amrullah yang dibincangi, Selasa (12/11) di ruang kerjanya.

Namun sebelum dilakukan tindakan, panwaslu akan memperingatkan partai politik peserta pemilu di Palembang, untuk menghimbau caleg nya melepas atribut sosialisasi milik mereka yang dianggap melanggar.  “Kita minta mereka, mencopot sendiri atribut kampanyenya. Atau kita yang merekomendasikan ke Pol PP, untuk dicopot paksa,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palembang, Altur Febriansyah dibincangi terpisah, menghimbau semua caleg dan parpol peserta pemilu untuk memasangkan atribut sosialisasinya di tempat yang sudah ditetapkan.

Namun kata Altur, sampai saat ini Kesbangpol belum menerima laporan adanya pelanggaran pemasangan atribut tersebut. Walaupun begitu jelasnya,  tidak menutup kemungkinan sudah terjadi pelanggaran.  “Namun itu tugasnya panwaslu, untuk melakukan pendataan. Panwaslu akan di back up oleh kecamatan dan Sat Pol PP,” bebernya.

Namun sesuai dengan peraturan daerah (perda) sebutnya, ada beberapa kawasan yang diharamkan untuk dipasang atribut sosialisasi baik oleh caleg, ormas, perusahaan atau lainnya.

Kawasan yang dimaksud yakni kawasan jalan protokol, taman kota, median jalan, sepanjang Jembatan Ampera, jembatan penyeberangan, sepanjang jalur hijau dan fasilitas umum lainnya seperti tiang listrik, rumah ibadah, sekolah, dan pohon.

Sebagai informasi, KPU Kota Palembang membagi 107 zona. Ketua KPU Kota Palembang, Eftiyani menyebut sejumlah zona yang ditetapkan tersebut diantaranya wilayah Kecamatan Kertapati misalnya, di Kelurahan Keramasan, peserta pemilu, hanya dibolehkan memasang atribut di ruas Jalan Dayang Merindu.

Sedangkan di Kelurahan Kertapati, areal yang di izinkan untuk memasang atribut kampanye di sepanjang Jalan Ki Merohan, untuk Kelurahan Kemas Rindo di Jalan Mataram, Kelurahan Kemang Agung di Jalan Abikusno, dan di Kelurahan Karya Jaya dan Ogan Baru di Jalan Srijaya Raya.

“Sedangkan di Kecamatan Kalidoni khususnya di Kelurahan Sei Lais,  Sei Selincah, Sei Selayur, atribut sosialisasi atau atribut kampanye tersebut hanya diperbolehkan dipasang di sepanjang Jalan Mayor Zen. Sementara untuk Kelurahan Kalidoni di Jalan Urip Sumoharjo, dan Kelurahan Bukit Sangkal di Jalan Sapta Marga,” tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra
Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster