Timsel KPU Banyuasin Didemo

 336 total views,  2 views today

 

BANYUASIN/KS- Puluhan Ikatan Mahasiswa Banyuasin Bersatu (IMBARA) Senin (11/1)  Pukul 10.00WIB mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Banyuasin menuntut bubarkan Timsel KPUD Banyuasin. Pasalnya Seleksi anggota Timsel Rentan dengan  kepentingan penguasa yang ada di Kabupaten Banyuasin. “Hal ini  terlihat dari cara perekrutan timsel, di mana seleksi dilakukan bukan seleksi uji kelayakan, melainkan seleksi nama-nama saja” ujarnya Ketua IMBARA, Febriwansyah saat rapat diruang  komisi satu DPRD Kabupaten Banyuasin kemarin Senin (11/11)

Dikatakannya bahwa berdasarkan UU No 15 Tahun 2011 tentang penyelenggaraan pemilihan umum pada pasal 21 ayat (2) tim seleksi sebagaimana pada ayat (1) berjumlah 5(lima) orang anggotanya berasal dari unsur akademisi, profesional, dan masyarakat yang memiliki integritas atau melalui kerja sama dengan perguruan tinggi setempat. ” Namun pada kenyataannya timsel yang dibentuk bukan berdasarkan seleksi melainkan atas rekomendasi penguasa di Banyuasin,” ungkapnya.

Menurutnya Timsel yang ada saat ini diduga hanya untuk kepentingan penguasa saja, hal ini terlihat dari kedekatannya antara timsel dengan para anggota Timsel ” Seperti H Suharyono SH, MH adalah pengacara KPU Banyuasin dan pengacara Yan Anton Ferdian SH, ketika menghadapi gugatan di Mahkamah Konsitusi. Orang tersebut bukan orang Banyuasin. sedangkan Drs H Mastur MSi adalah Plt Kabag Kesrah Pemkab Banyuasin orang tersebut pindahan dari kementerian Agama Kabupaten Banyuasin, dan orang tersebut adalah orang terdekat sekretaris daerah kabupaten banyuasin serta orang tersebut bukan orang Banyuasin serta orang tersebut indikasinya mempunyai catatan hitam pada Kementerian  Agama Banyuasin, sehingga pindah dari kementerian agama ke Pemkab Banyuasin” bebernya

Sementara untuk Ir Sukemi MT  sendiri kata dia , aAdalah berprofesi sebagai dosen teknik, kami nilai orang tersebut tidak memahami tentang kepemiluan dan bukan orang Banyuasin, orang  tersebut merupakan kolega dan orang terdekat Amiruddin Inoed semasa menjabat  Bupati Banyuasin,

Sedangkan  Hamdan lanjutnya, adalah PNS di  Kementerian  Agama  Kabupaten  Banyuasin dan bukan orang Banyuasin dan orang tersebut sangat minim pengetahuan tentang kepemiluan, selanjutnya Usman SAg orang tersebut mantan P3N di  Desa  Teluk Payo  Kecamatan  Banyuasin II dan kredibilitas orang tersebut patut dipertanyakan apabila tentang pemahaman tentang kepemiluan “dengan demikian muncul  tanda tanya besar pantaskah mereka menjadi  Timsel calon anggota kabupaten Banyuasin?,” tegasnya
Selain itu juga Febriwansyah menerangkan bahwa timsel yang ada saat ini sangat bertentangan dengan PKPU nomor 2 tahun 2013 pada Bab III pasal 4pada yang berbunyi anggota timsel sebagaimana dimaksud pada pada ayat (1) dan ayat (2) berjumlah 5(lima) orang anggota yang berasal dari unsur akademisi, profesional, dan masyarakat atau melalui kerjasama dengan perguruan tinggi setempat, anggota timsel sebagaimana ayat(1) menyertakan sekurang-kurangnya 30persen perempuan, anggota timsel sebagaimana dimaksud ayat(2) memperhatikan sekurang-kurangnya 30persen. Keterwakilan perempuan, maka dari itu timsel tersebut sangat bertentangan dengan aturan yang ada,” jelasnya.

Maka dari itu kami berharap kepada DPRD kabupaten Banyuasin untuk memberikan rekomendasi kepada KPU Propinsi Sumatera Selatan untuk membubarkan timsel KPUD Banyuasin, ” Yang kami nilai cacat hukum, apabila ini tetap dilakukan maka komisioner KPUD. Kabupaten Banyuasin akan diduduki oleh orang-orang pecundang yang dibisa dikendalikan penguasa,” bebernya.

Dalam hal tersebut Ketua komisi satu Suis Tiqlal Efendi SE MSi mengatakan, dengan demikian kami selaku Anggota DPRD Kabupaten Banyuasin akan kembali membagi timsel banyuasin secapatnya.

Masih menurut Suis bahwa pihaknya telah melakukan dua kali pemanggilan ke pada timses tersebut dengan nomor surat  005/2092/DPRD/2013  tertanggal 11 Oktober 2013 dan pangilan kedua 005/2180/DPRD/2013 tertanggal 29 Oktober 2013 Namun sampai kini pihak Timses mangkir

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Banyuasin Arkoni MD Sip saat ditemui seusai rapat mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan upaya hukum terkait mangkirnya timsel tersebut nemun demikian dirinya akan terlebih dahulu melakukan pemanggilan kembali terlebih dahulu”kalau memang mereka tidak mau kami akan lakukan upaya lain,”tandasnya

Teks: Diding Karnadi

Editor: Sarono P Sasmito





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster