Seleksi KPU Mura & Lubuklinggau Dipersoalkan

 227 total views,  2 views today

kpu

PALEMBANG, KS-Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DPC Lubuklinggau dan Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Lubuklinggau, menggelar aksi damai di halaman gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (11/11).

Aksi demonstrasi yang digelar tepat pada hari pertama kerja, ke lima komisioner KPU Sumsel periode 2013-2018 yang baru ini, menuntut KPU Sumsel untuk melakukan seleksi ulang secara terbuka terhadap 10 besar calon komisioner KPU Kota Lubuk Linggau dan Mura.

“Timsel calon komisioner KPU Lubuklinggau dan Mura memang sudah menetapkan 10 besar, calon komisioner untuk periode 2013-2018. Namun produk yang dihasilkan timsel itu, kami nilai cacat hukum,” kata Ketua DPC GMNI Lubuklinggau, Febri Habibi Asril, dalam orasinya.

Cacat hukumnya produk yang dihasilkan timsel tersebut, karena beberapa alasan. Pertama, salah satu dari calon komisioner KPU Lubuklinggau yang masuk dalam 10 besar yakni Lendri Alfikar pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPD pada pemilihan umum (pemilu) 2009 lalu.

Itu kata Febri, bertentangan dengan Undang-undang (UU) Nomor 15 tahun 2011 tentang penyelenggara pemilu, serta Peraturan KPU (PKPU) Nomor 02 tahun 2013 tentang seleksi anggota KPU provinsi, kabupaten dan kota.

Kedua jelasnya, masuknya nama Eka Rahman menjadi 10 nama calon komisioner KPU Lubuklinggau juga dipertanyakan. Karena yang bersangkutan saat menjabat sebagai komisioner KPU Lubuklinggau diberhentikan dengan tidak hormat dalam sidang kode etik Dewan Kehormatan KPU Sumsel.

Demikian pula, anggota timsel KPU Mura, atas nama, Ch Ibhramsyah yang menurutnya, tak pernah mendaftarkan diri sebagai calon anggota timsel namun dipilih dan ditetapkan KPU Sumsel sebelumnya, sebagai anggota timsel KPU Mura.

“Atas dasar bukti-bukti itu, kami menilai, penetapan anggota timsel KPUD Lubuklinggau dan Musi Rawas, cacat hukum, sehingga produk 10 besar calon komisioner KPUD Mura dan Lubuklinggau yang dihasilkan mereka pun turut cacat hukum,” ucapnya.

Menanggapi tuntutan ini, Ketua KPU Sumsel, Aspahani menyebut KPU Sumsel akan mengevaluasi kinerja timsel kabupaten dan kota di Sumsel.  “Secepatnya kita akan menggelar rapat pleno, untuk mengevaluasi 10 besar calon komisioner KPU Lubuklinggau dan KPU Mura yang telah ditetapkan timsel,” ujarnya.

“Harus diakui, pemilihan komisioner KPU di kabupaten dan kota di Sumsel saat ini mendesak. Namun saya berjanji, KPU Sumsel tetap akan lakukan evaluasi bersama terlebih dahulu, sebelum memutuskan nama-nama lima besar komisioner KPU di 15 kabupaten dan kota,” tukasnya.

Teks     : Dicky Wahyudi
Editor  : Imron Supriyadi

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster