Meski Lesehan, Disnakersos Siap Layani Pencaker

 249 total views,  2 views today

Para pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kabupaten PALI terpaksa harus lesehan dikantornya di KM 8,5 Talang Ubi.  Keterbatasan perlengkapan menjadi kendala dinas ini. Foto diambil Senin (11/11)

Para pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kabupaten PALI terpaksa harus lesehan dikantornya di KM 8,5 Talang Ubi. Keterbatasan perlengkapan menjadi kendala dinas ini. Foto diambil Senin (11/11/2013)

PALI | KS-Untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat, tidak mesti mewah. Meskipun dengan fasilitas yang sangat terbatas, tapi tidak mengurangi semangat. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten PALI Drs Abu Hanifah.

Saat KabarSumatera menyambangi kantor yang terletak di Jalan Merdeka KM 8,5 Talang Ubi, senin (11/11) suasana kantor masih nampak lengang. Hanya beberapa karyawan yang mengetik sambil lesehan. Meja yang tersedia hanya satu dan digunakan oleh kepala dinas.

Para pegawai pun hanya menggunakan pakaian sipil biasa, bukan seragam layaknya seorang PNS. “Mereka Tenaga Kerja Sukarela (TKS) semua. PNS disini cuma saya. Beberapa laptop justru mereka bawa sendiri dari rumah,” Kata Abu Hanifah sang kepala dinas.

Meski harus lesehan dan hanya dibantu oleh TKS, namun bagi Abu bukan masalah serius. Sebagai pejabat yang pernah lama menjabat sebagai kadisnakertran di Kabupaten Muara Enim, ia tidak asing lagi dengan pekerjaannya. “Tupoksinya kita sudah tahu. Sekarang lagi nyari-nyari pegawai PNS yang mau membantu. Minimal untuk kabid lah,” tambahnya setengah promosi.

Memang diakui saat ini, untuk mencari PNS yang mau menduduki jabatan level kabid di beberapa dinas yang baru terbentuk, memang agak susah. Beberapa dinas malah ada yang memberdayakan guru atau lurah untuk menduduki posis itu.

Kesulitan inipun dialami juga oleh dinas nakertransos. Abu sangat mengharapkan ada yang bersedia membantunya menjalankan amanah melayani publik dibidang tenaga kerja dan sosial. “Memang saat ini kondisinya masih seadanya. Tapi saya yakin 2014 mendatang sudah semakin baik. Fasilitas bisa terpenuhi,” ujar Abu.

Meskipun demikian, Abu menjamin pelayanan terhadap pencaker yang ingin memiliki kartu kuning (kartu tanda pencari kerja) sudah bisa dipenuhi di dinas yang dipimpinnya. “Untuk sementara manual dulu. Kalau pendaftaran secara online insya Allah 2014 sudah bisa kita penuhi” tutup Abu Hanifah.

TEKS / FOTO : INDRA SETIA HARIS

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster