Disdukcapil Kesulitan Data Warga Pendatang

 340 total views,  2 views today

Ilustrasi | net

Ilustrasi | net

PALEMBANG, KS-Sebagai salah satu kota besar di Indonesia, Palembang setiap tahunnya dibanjiri arus urbanisasi. Namun berapa banyak warga pendatang, yang masuk ke metropolis setiap tahunnya,  datanya tidak diketahui pasti.

Sebab Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palembang, mengaku  kesulitan mengontrol pendatang musiman di Palembang. Kepala Disdukcapil Palembang, Ali Subri mengatakan,  pihaknya tidak memiliki data pasti berapa banyak penduduk datangan di kota empek-empek ini.

Namun Ali yakin, jumlah penduduk datangan ini cukup banyak. “Cukup banyak penduduk datangan di Palembang, mereka dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, pedagang, maupun buruh bangunan. Apalagi saat ini di Palembang, ada beberapa proyek besar seperti pembangunan fly over Simpang Jakabaring dan underpass di Simpang Patal,” kata Ali dibincangi, Senin (11/11) di ruang kerjanya.

“Buruh yang bekerja berasal dari Jawa serta Lampung berkisar 100 orang. Belum lagi adanya pembangunan underpass di simpang empat Patal. Warga datangan ini, sebenarnya wajib melapor namun banyak yang belum melapor ke kita. Padahal itu sudah kita sosialisasikan ke kecamatan, kelurahan dan RT,” sambungnya.

Ali menerangkan, sampai saat ini Disdukcapil tidak mengetahui berapa banyak jumlah penduduk datangan tersebut termasuk mereka yang berstatus mahasiswa dari luar daerah yang kuliah di Palembang. “Untuk November ini, baru dua kartu indentitas penduduk musiman (Kipem) yang ditandatangani. Padahal kita yakini, warga datangan ini cukup banyak,”ujarnya.

Ali menghimbau kepada warga musiman, untuk melapor ke Disdukcapil sehingga bisa mendapatkan Kipem. Kipem ini jelasnya berfungsi, untuk memberikan kemudahan urusan administrasi jika sewaktu-waktu diperlukan bagi warga datangan.

Kipem juga bebernya, berfungsi sebagai pengawasan dari Disdukcapil mengenai volume penduduk di Palembang saat ini. Ali menambahkan, ada berbagai alasan kenapa warga datangan ini enggan melapor dan mengurus Kipem ke Disdukcapil.

Diantaranya karena mereka menganggap, itu tidak perlu. Ada juga yang menilai, sudah cukup dengan kartu indentitas yang dimiliki.  “Misalnya, mahasiswa merasa sudah cukup dengan kartu mahasiswa. Selain itu dari institusi kemungkinan tidak diharuskan. Sehingga hal ini tak begitu diindahkan,”ucapnya.

Kedepan tegas Ali, Disdukcapil akan berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Palembang,  guna melakuan penertiban terhadap warga datangan tersebut. “Secepatnya kita akan koordinasikan, dengan instansi terkait untuk melakukan penertiban,” tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra
Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster