Bernarkah TRRK Tempat Pelarian Pelaku Kejahatan?

 221 total views,  4 views today

LAHAT I KS – Taman Rekreasi Ribang Kemambang (TRRK) Kabupaten Lahat tidak seperti tempat rekreasi yang aman  dan tentram seperti dahulu kala, pasalnya sekarang sudah terdengar isu baik dari masyarakat maupun  dari unit pelaksana Teknis Dinas Kebudayaan Pariwisata bahwa sekarang ini Taman Rekreasi Ribang Kemambang (TRRK) sedah menjadi tempat pelarian para pelaku kejahatan.

Disamping letaknya yang sangat strategis untuk bersembunyi dan tempat kabur ialah salah satu faktor  utama para pelaku kejahatan untuk kabur atau melarikan diri di salah satu taman di Bumi Seganti  Setungguan ini, karena akses jalan tempat rekreasi tersebut ialah akses menuju jalan baru dan menuju jalan ke Desa Keban Senabing.

Kepala Disbudpar Kabupaten Lahat melalui Sekretaris Disbudpar Safran kepada KS mengaku kalau saat  ini TRRK menjadi sasaran pelarian bagi pelaku kejahatan, di samping itupun dia sangat mengharapkan agar TRRK yang merupakan salah satu potensi rekreasi keamanannya terjaga baik dari kejahatan maupun pelarian pelaku kejahatan sendiri.

“Beberapa waktu lalu saya mendapat pengakuan dari kepala UPTD di TRRK kalau di sana saat ini  menjadi tempat pelarian pelaku kejahatan, mungkin semuanya itu terjadi karena keamanan khusus di  TRRK tersebut tidak ada, selama ini hanya ada penjagaan pintu masuk yakni penjaga karcis serta tenaga perawat taman itu sendiri,” jelas safran.

Pihaknyapun selanjutnya akan memaksimalkan daerah tersbut seperti melakukan pemerataan dengan tenaga secukupnya dari lima tenaga PNS dan dibantu oleh tenaga honor lainnya, semuanya akan diturunkan pada saat jam rawan sehingga taman rekreasi ribang kemambang tidak lagi disebut-sebut sebagai salah satu tempat pelarian pelaku kejaghatan.

Safran melanjutkan, diTRRK hanya ada satu pintu masuk, yakni pintu dari arah jalan penghijauan, untuk akses menuju TRRK dari jalan baru sendiri belum ada pintunya, sehingga baik orang umum maupun pengunjung sendiri tidak diketahui apakah mereka ingin rekreasi atau ada maksud dan tujuan lain.

“Lokasi TRRK sendiri saat ini dapat dibilang setengah terbuka sehingga  memudahkan orang masuk kelokasi, dengan demikian nantinya kita akan berkoordinasi kepihak Pol-pp untuk melakukan penertiban bagi pengunjung yang tidak mempunyai kartu tanda pengenal sama sekali, hal ini dilakukan nantinya akan mengurangi pelaku kejahatan untuk melarikan diri di TRRK yang menjadi lokasi rekreasi kebanggaan kita bersama ini,” jelasnya.

Safranpun mengimbau  jika ada pengunjung yang datang mengaku kehilangan kendaraan pihaknya akan melakukan pertimbangan, asalkan pengunjung TRRK dapat menunjukan karcis masuk serta memarkirkan kendaraannnya sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh pihaknya.

“kepada pihak kepolisian kami mohon bantu untuk melakukan pengontrolan setiap jam malam, sehingga kemanan dapat tercipta, dan TRRK namanya dapat kembali bersih atau tidak lagi disebut-sebut sebagai salah satu tempat pelarian pelaku kejahatan yang diisukan atau yang telah disampaikan oleh Ka.UPTD TRRK sendiri kepada kami selaku pengayom dan pengurus taman rekreasi tersebut.

Mendengar bahwa Taman Rekreasi Ribang Kemambang bahwa saat ini telah menjadi pelarian pelaku kejahatan, Kepala Kepolisian Sektor  (Polsek) Kota Lahat belum sama sekali menerima data tersebut, sebab selama ini belum ada laporan yang pasti, sehingga pihaknya belum melakukan operasi atau mengontrol daerah tersebut, hal ini disampaikan Kapolsek Lahat AKP.M.Nuh Kepada Kabar Sumatera Kemarin (11/11).

“mengenai TRRK tersebut sama sekali tidak ada, karena kita sampai saat ini belum menerima laporan langsung baik korban maupun pengurus dari TRRK sendiri, kamipun juga belum tahu apakah mereka langsung melapor kepolres dengan demikian kita kan tidak tahu apa yang terjadi disana,” jelas nuh.

Diapun menyampaikan, apabila info ini benar maka pihaknya akan melakukan patrol keTRRK tersebut, dan apapun yang terjadi laporkan langsung kepolsek atau melalui pesan on-line sehingga pihaknya akan segera ke TKP dengan beberapa anggotanya untuk emalukan identifikasi di TKP.

“Sekarang ini yang marak bukan curanmor akan tetapi curas, yakni pencurian dengan kekerasan, dapat kita lihat kejadian perampasan motor dilakukan dengan kekerasan seperti melakukan pencurian dengan menghabisi korban sampai luka berat bahkan sampai menghilangkan nyawa korban,”  lanjut nuh.

Dikatakannya juga, terima kasih atas info yang diberikan, dengan info ini pihaknya kan memperketat patroli keamanan disana. “Terima Kasih info yang diberikan hari ini, kedepan kitapun akan melakukan patrol untuk menciptakan kemanan dan ketenraman yang lkebih kondusif,” katanya.

Terkait masalah TRRK sebagai tempat pelarian pelaku pencurian, pihak polisi sector Lahat akan selalu mengontrol daerah tersebut dengan menurunkan patrol setiap jam rawan pelaku pencurian beraksi. “Sekali lagi apabila terjadi pencurian atau melihat gerak gerik yang mencurigakan

segera laporkan dan kami siap untuk turun langsung ke TKP,” tukas Nuh.

Teks / Foto : Jumra Zefri

Editor: Sarono P Sasmito





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster