Tukang Becak Juga Pahlawan

 507 total views,  2 views today

Tukang Becak | Bagus Park

Tukang Becak | Bagus Park

PALEMBANG KS-Sesekali langit meneteskan hujan, seakan ia tak berhenti menangis, mungkin ia bersedih mengingat jasa-jasa pahlawan, tangisan langit, membuat cuaca pagi kurang bersahabat, terkhusus bagi sejumlah tukang becak, yang sering mangkal di samping Rumah Sakit Moehammad Hoesin (RSMH) Palembang. Disisi lain, nampaknya mereka tak menghiraukan momentum hari pahlawan yang jatuh pada 10 November kemarin, sepertinya mereka sibuk mencari pelanggan, ditandai dengan gerak kepala mereka yang melihat kekiri-kekanan.

“Dak tau dek, kalo hari ini ado upacara di makam pahlawan, olehnyo aku katek undangan,” cetus Wilson (41th) Warga Rawa Jaya Rt. 02. Rw 01 Kecamatan Kemuning Kelurahan Pahlawan Palembang, saat dibincangi Kabar Sumatera, kemarin (10/11)

Pria paruh baya itu mengungkap, hari pahlawan sekedar gugur kewajiban untuk mengenang jasa-jasa pejuang. “Sebenarnya hari pahlawan itu bukan hanya diperingati, tapi perlu diresapi maknanya, bukan datang, beri hormatt, dan dengar pidato,” cetusnya.

Meski demikian, bagi pria yang hangat diajak bicara ini, dirinya tetap menghormati jasa-jasa pejuang, karena kata dia, tanpa jasa para pejuang, mungkin Indonesia tetap dijajah.

“Men katek wong-wong dulu mungkin kito biso bae tetap dijajah, jadi berterimo kasihlah dengan mereka,” ujarnya dengan logat Palembangnya.

Disisi lain, Wilson mengutarakan, memperingati hari pahlawan sekedar peringatan, ia malah lebih mementingkan mencari nafkah untuk keluarga di rumah.

“Para pejuang merupakan Pahlawan bagi bangsa, tapi kami selaku tukang becak juga pahlawan bagi keluarga kami, kalau kami tidak mencari nafkah anak istri kami tidak makan,” katanya.

Kendati dirinya yang kini berprofesi sebagai penarik becak, tak lantas membuat dirinya pesimis untuk memenuhi nafkah keluarga. “Walau cak ini, asal halal be dek, ketimbang bapak merampok wong, kan dak bagus jugo,” pungkas Wilson yang kini mempunyai 4 orang anak.

Ditempat yang sama, Agus (23th), tak banyak berkomentar mengenai hari pahlawan, ia malah sibuk menggurusi rantai becaknya yang kurang baik.

“Eleh.. eleh… kagek dulu pahlawan-pahlawan, rante becak aku kendor,” tukasnya.

Teks : Ridiansyah

Editor : Romi Maradona





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster