Pembentukan KPU Kabupaten/Kota Mendesak

 188 total views,  2 views today

kpu

PALEMBANG, KS-Seleksi calon komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) di kabupaten dan kota, sampai saat ini masih terkatung-katung walau pun hampir semua tim seleksi (timsel) telah menyelesaikan tugasnya, dengan menetapkan 10 nama calon komisioner.

Karenanya pembentukan KPU kabupaten dan kota inilah, yang akan menjadi skala prioritas bagi lima komisioner KPU Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2013-2015, yang baru saja dilantik oleh Ketua KPU RI, Husni Kamal Malik beberapa waktu lalu di Jakarta.

“Kita baru dilantik, kita baru mulai bekerja. Mungkin Senin nanti, kita akan mulai efektif untuk bekerja,” kata komisioner KPU Sumsel Divisi Sosialisasi dan Kampanye, Ahmad Naafi yang dihubungi, kemarin.

Ia menyebut, ada beberapa agenda yang menjadi fokus mereka untuk diselesaikan. Diantarany, proses fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan ) untuk lima besar komisioner KPU kabupaten dan kota.

Selain itu, pembentukan zona kampanye dan perbaikan daftar pemilih tetap (DPT) Sumsel untuk pemilihan umum legislatif (pileg) 2014. “Namun kita akan fokus dulu, menyelesaikan seleksi komisioner KPU kabupaten dan kota,” ujarnya.

Hal itu sebut Naafi, paling mendesak. Sebab tahapan pileg sudah berjalan. Apalagi jelas dia, ada beberapa KPU yang saat ini tidak ada komisioner. Misalnya KPU Banyuasin dan Mura yang komisioner nya, dipecat oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). “Dua kabupaten ini, akan kita prioritaskan,” sebutnya.

Sementara untuk pembentukan zona kampanye dan DPT sambungnya, juga mendesak diselesaikan. Sebab KPU RI memberikan waktu menyelesaikan persoalan tersebut sampai 4 Desember mendatang.

Sebagai informasi, lima komisioner KPU Sumsel periode 2013-2018 tersebut baru saja dilantik oleh Ketua KPU RI, Husni Kamal Malik di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta beberapa waktu lalu berdasarkan Surat Keputusan (SK) KPU :Nomor 914/Kpts/KPU/2013

Kelima komisioner tersebut yakni Aspahani, sebagai ketua merangkap divisi hubungan antara lembaga dan humas. Kemudia, Ahmad Naafi sebagai divisi sosialisasi dan kampanye, Alexander Abdullah sebagai divisi hukum, SDM dan pengawasan, Heni Susantih  sebagai divisi logistik, Keuangan dan perencanaan anggaran), dan Liza Lizuarni  sebagai divisi teknis dan pendataan.

Teks     : Dicky Wahyudi
Editor  : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster