Pedagang Bunga Keluhkan Sepi Pembeli

 421 total views,  2 views today

Pedagang Bunga

Pedagang Bunga

PALEMBANG | KS-Menjamurnya penjual bunga hias plastik, menjadi salah satu penyebab sepinya pembeli tanaman hias di sepanjang jalan Soekarno Hatta Palembang sehingga pendapatan para penjualnya mengalami penurunan secara drastis.

Salah seorang pedagang tanaman hias, Lukman (40) mengatakan, didepot miliknya ini banyak menyediahkan macam-macam bunga mulai dari yang lokal Palembang hingga pulau jawa. “Ini untuk memudahkan para pembeli dalam mencari bunga,”katanya.

Pria yang sudah memulai usahanya sejak 5 tahun lalu mengungkapkan, menjamurnya penjual bunga hias plastik ditambah dengan kurangnya minat masyarakat Palembang terhadap tanaman hias menjadi faktor sepinya pembeli di Kota ini “Biasanya yang membeli mayoritas perusahan atau orang-orang yang memang pengemar bunga,”cetusnya.

Lukman menambahkan, ada berbagai macam jenis bunga yang ia tawarkan diantaranya, bunga agrek, mawar dan menjual jenis-jenis bonsai, bonsai beringin cina, bonsai jeruk, bonsai sapu-sapu dan masih banyak lagi.

’’Untuk harga bunga-bunga ini bervariasi tergantung jenis dan ukuran. Dibanderol dengan harga terjangkau mulai dari Rp50.000 sampai Rp400.000. Harga vas bunga ukuran kecil dibanderol Rp20.000. Vas bunga lainnya mulai dari Rp50.000 sampai Rp600.000. Cukup terjangkau bukan,’’ katanya berpromosi.

Dikatakannya, dirinya biasanya mampu meraup keuntungan Rp2 juta/hari, namun saat ini pendapatannya merosot tajam dan hanya mampu meraup rupiah Rp 200 ribu hingga Rp300 ribu.

Hal senada juga disampaikan Rudi (45) menurutnya, bulan-bulan ini tempatnya sepi dari pembeli, ini dikarenakan makin menjamurnya penjual bunga hias yang terbuat dari palstik. Oleh sebab itu komsumen banyak membeli bunga tersebut dibandingakn akan membeli bunga yang aslinya.

“Bulan-bulan ini pembeli sangat sepi, mungkin dikarenakan banyak orang beralih kepada bunga buatan yang menyerupai bunga aslinya,” ungkapnya Minggu (10/11).

Disingung tentang modal membuat depot, Dia mengatakan untuk memulai usaha ini diperlukan modal berkisar Rp10-25 juta, karena bunga-bunga ini banyak didatangkan dari luar Sumatera, seperti Bandung, Jogja, dan Jakarta.

“Untuk bunga lokal kita tidak terlalu banyak, karena peminat bunga lokal sangat sedikit,” katanya.

TEKS : AMINUDDIN

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster