Hakikat Kepahlawanan

 247 total views,  2 views today

pahlawan

MINGGU (10/11)  kemarin kita peringati sebagai Hari  Pahlawan. Memperingati momen bersejarah itu tentu bukan hanya sekedar menggelar upacara. Hal yang lebih penting adalah bagaimana kita meneladani kiprah hidup para pahlawan tersebut dan mengejawantahkan dalam kehidupan sekarang.

Dalam konteks kekinian  dan menghayati hakikat kepahlawanan saat ini kita bangsa Indonesia membutuhkan pemimpin yang berani menegakkan keadilan di semua bidang atau sektor demi terwujudnya bangsa bermartabat.
Namun pada kenyataannya, saat ini sangat sulit menemukan pemimpin yang adil.  Adil kali ini konteksnya untuk semua bidang, baik pendidikan, politik, hukum dan keamanan, kesejahteraan masyarakat dan sektor lainnya.

Kita mesti mengakui saat ini  keadilan merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan berbangsa. Apalagi masalah keadilan yang paling banyak disebut dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Siapa yang berani menegakkan amanat tersebut, itulah yang dicari untuk memimpin Tanah Air ke depan. Kita saat ini tengah mencari sosok pemimpin yang benar-benar menegakkan keadilan di semua bidang. Semoga  akan muncul tokoh yang diinginkan rakyat dan mencintai lebih dari 220 juta masyarakat Indonesia.

Saat ini semua tergantung rakyat, siapa pemimpinnya kelak.  Kita mengharapkan ada pemimpin yang  mampu membuat negeri ini menjadi berkembang dan lebih baik. Sebab bangsa ini membutuhkan keadilan di semua lini,  saat ini keadilan kurang dan masih dalam tahap memprihatinkan.

Contoh  ketidakadilan di bidang hukum yang membuat masyarakat resah, yakni lembaga peradilan tertinggi, Mahkamah Konstitusi (MK) bisa tersandung kasus korupsi. Apalagi melibatkan seorang ketua lembaga tersebut. Inikan sangat memprihatinkan dan harus segera dicari formula bagaimana mencari pemimpin yang benar-benar adil di segala bidang. Di mana letak keadilan hukum kalau aparatnya terlibat korupsi. Keadilan di semua sektor diharapkan akan muncul pada bangsa ini dan menjadi keteladanan bagi masyarakat. Tidak hanya mengutamakan kepentingan individu, namun juga mementingkan urusan kolektivitas.

Pemimpin yang adil akan menjadi teladan bagi semuanya. Ini yang harus disadari semua pihak, termasuk para pemimpin-pemimpin kita saat ini agar bertindak adil dengan tidak melukai hati rakyatnya dengan cara korupsi, kolusi, nepotisme dan lainnya. Moga semangat kepahlawanan 10 November tetap terwarisi di generasi penerus dan bangsa ini terus bangkit dari keterpurukan yang berkepanjangan. Sebab kalau kebangkitan itu tidak dapat kita wujudkan maka justru kemunduran demi kemunduran yang akan terus kita rasakan. Bukan hanya itu kemunduran demi kemunduran itu bias saja mengancam eksistensi NKRI. Moga hal ini menjadi kesadaran bagi kita semua. (Sarono P Sasmito)





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster