Angkutan Batubara Membandel

 256 total views,  2 views today

Angkutan Batubara

Angkutan Batubara

PALEMBANG, KS -Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin mengeluarkan surat edaran yang isinya terhitung 1 Januari 2013, semua angkutan batubara dilarang melintas di jalan umum. Artinya, truk-truk bertonase besar yang selama ini ‘mencuri’ jalan umum dari pengendara lainnya wajib hukumnya melintas di jalan khusus.

Paska dikeluarkannya aturan itu, pemprov pun bertindak tegas dengan melarang semua angkutan batubara untuk melintas di jalan umum. Ratusan awak angkutan batubara pun bereaksi dengan menggelar aksi ‘mengepung’ kantor orang nomor di Sumsel tersebut.

Akhirnya, sopir truk batubara ini mengalah. Namun kini, angkutan batubara tersebut kembali berulah. Mereka dengan bebasnya, kembali mengangkut ‘emas hitam’ tersebut melintas di jalan umum.

Warga pun, kembali mengeluhkan kondisi tersebut. “Mereka kembali dengan bebasnya mengangkut batubara, termasuk dengan melakukan konvoi. Ini membuat kemacetan,” keluh Arman, sopir travel jurusan Palembang-Lahat ini.

Warga Jalan Letnan Murod, Palembang itu menyebut, ia sering berpapasan dan beriringan dengan truk batubara. Truk-truk itu sebutnya, tidak hanya melintas di malam hari tetapi juga sudah berani beroperasi di siang hari.

“Katanya ada surat edaran gubernur, yang melarang truk batubara melintas di jalan umum. Namun kok, tidak dipatuhi. Akibatnya, kini jarak tempuh dari Lahat-Palembang lebih lama. Jalan yang saat ini, sudah mulus saya yakin tidak lama lagi akan kembali rusak jika truk batubara itu kembali dibiarkan melintas,” ujarnya.

Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, Edward Jaya juga membenarkan hal itu. Menurutnya larangan melintas bagi angkutan batubara di jalan umum, masih berlaku.  Namun mereka sebut politisi Partai Golkar tersebut, tidak mempedulikan surat edaran tersebut.

“Ya mereka, kembali beroperasi. Sudah ada tindakan dari dishub, namun mereka melawan. Bahkan sekarang sopir truk batubara tersebut berani melawan petugas dishub yang melarang mereka melintas,” jelas Edward.

Menurut Edward,  melawannya awak angkutan batubara ini dikarenakan ada backing orang-orang besar di Jakarta. “Kita sulit bicara, yang punya areal pertambangan batubara itu adalah orang-orang besar di Jakarta. Tetapi tim terpadu, yang sudah dibentuk harus bertindak,” tegasnya.

Teks     : Dicky Wahyudi

Editor  : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster