Tak Ada Gratifikasi di MK

 310 total views,  2 views today

MK

Gedung Mahkamah Konstitusi

PALEMBANG, KS-Wali Kota Palembang, Romi Herton dan Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri sudah diperiksa oleh KPK, sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terhadap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar.

Benarkah terjadinya gratifikasi, saat persidangan sengketa pemilukada di MK hingga kedua kepala daerah itu berhasil memenangkan sengketa tersebut ?, kuasa hukum kedua kepala daerah ini saat di MK, Ari Yusuf Amir memastikan tidak ada gratifikasi atau suap yang diberikan ke MK.

“Dalam persidangan di MK, itu berhasil dimenangkan karena secara materi memang kuat dan layak menang, baik itu untuk sengketa pemilukada Palembang maupun Empat Lawang. Prosesnya pun dilakukan secara fear (adil),”kata Ari Yusuf Amir yang dibincangi, kemarin di PSCC.

Menurutnya, dalam proses persidangan di MK, penghitungan surat suara dengan membuka kotak dan disaksikan semua pihak terkait. “Prosesnya itu hitung ulang, buka kotak dan semua menyaksikan, jadi kita meyakinkan bahwa kemenangan itu memang murni karena kemenangannya,” jelasnya.

Terkait pemeriksaan Romi dan HBA oleh KPK. Ari mengaku tidak mengetahui persoalan itu. Apalagi statusnya saat ini, bukan lagi kuasa hukum kedua kepala daerah tersebut. “Saya sama sekali tidak tahu menahu, karena saya hanya di persidangan dan di persidangan saya meyakini betul bahwa materi hukumnya kuat, saya menangnya karena itu,” tukasnya.

Teks    : Dicky Wahyudi
Editor : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster